Kesalahan Sistem Penjara Inggris: Dua Narapidana Dibebaskan Keliru, Polisi Buru Pelaku Kejahatan Seksual
Kepolisian Inggris tengah melakukan operasi perburuan intensif terhadap dua narapidana yang dibebaskan secara keliru dari Lembaga Pemasyarakatan Wandsworth di London. Kasus ini memicu kritik tajam dari anggota parlemen terhadap sistem penjara Inggris yang dinilai gagal.
Insiden ini menambah beban pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer yang sedang mengalami penurunan dalam jajak pendapat. Situasi ini diperparah dengan melonjaknya popularitas Partai Reformasi Inggris yang dikenal dengan kebijakan anti-imigran.
Pelaku Kejahatan Seksual Kabur selama Enam Hari
Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi sedang memburu Brahim Kaddour Cherif, warga negara Aljazair berusia 24 tahun yang merupakan pelaku kejahatan seksual. Cherif dibebaskan secara keliru pada tanggal 29 Oktober, memberikan waktu enam hari lebih awal bagi pelaku untuk menghilang.
Komandan Paul Trevers yang memimpin penyelidikan menyatakan, "Cherif telah memiliki waktu enam hari lebih awal, tetapi kami sedang bekerja segera untuk menutup celah dan memastikan keberadaannya."
Kronologi Kesalahan Pembebasan Narapidana
Berdasarkan pernyataan resmi kepolisian, pihak berwenang baru diberitahu pada hari Selasa mengenai kesalahan pembebasan Cherif dari Penjara Wandsworth di London barat daya. Cherif sebelumnya dihukum pada November 2024 atas tindakan tidak senonoh terkait insiden pada Maret tahun yang sama dan tercatat dalam daftar pelaku kejahatan seksual selama lima tahun.
Secara terpisah, polisi di Surrey mengungkapkan bahwa Penjara Wandsworth juga keliru membebaskan narapidana lain pada hari Senin. Narapidana tersebut sebelumnya dihukum karena berbagai pelanggaran penipuan, menambah daftar kesalahan sistem penjara Inggris.
Kasus pembebasan keliru ini menyoroti kelemahan sistem peradilan pidana Inggris dan menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas rehabilitasi narapidana serta keamanan publik.
Artikel Terkait
Kejaksaan Paris Dakwa Empat Orang Terkait Dugaan Spionase untuk China
Komnas HAM Terancam Deadlock, DPR Didorong Segera Isi Kursi Kosong
Komnas HAM Beroperasi dengan Satu Kursi Kosong, Kinerja dan Legitimasi Terancam
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami