Daftar 24 Nama Prioritas Calon Pahlawan Nasional 2025: Soeharto Masuk?

- Rabu, 05 November 2025 | 17:35 WIB
Daftar 24 Nama Prioritas Calon Pahlawan Nasional 2025: Soeharto Masuk?
24 Nama Prioritas Calon Pahlawan Nasional, Apakah Soeharto Termasuk?

24 Nama Prioritas Calon Pahlawan Nasional, Apakah Soeharto Termasuk?

Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa terdapat 24 nama yang menjadi prioritas untuk menerima gelar pahlawan nasional. Kabar ini menimbulkan pertanyaan publik: apakah mantan Presiden RI ke-2, Soeharto, termasuk dalam daftar prioritas tersebut?

Berdasarkan hasil rapat Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), total terdapat 49 nama yang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Angka ini mengalami peningkatan dari laporan sebelumnya oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang menyebutkan 40 nama.

Fadli Zon menjelaskan, "Terdapat 40 nama calon pahlawan nasional yang dianggap telah memenuhi syarat dan ada sembilan nama yang merupakan bawaan atau carry over dari periode sebelumnya. Jadi totalnya ada 49 nama," ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Dari proses penelitian yang dilakukan, Fadli menyatakan bahwa dewan telah memilih 24 nama yang masuk dalam daftar prioritas. Meski demikian, ia belum merinci siapa saja ke-24 nama tersebut.

"Dan sekarang tentu karena kita juga mendekati Hari Pahlawan, kita telah menyampaikan ada 24 nama dari 49 itu yang menurut Dewan GTK memerlukan, telah diseleksi mungkin bisa menjadi prioritas," tambahnya.

Ketika ditanya secara spesifik mengenai pencantuman nama Soeharto dalam daftar prioritas, Fadli Zon memilih untuk tidak memberikan jawaban langsung. Ia menegaskan bahwa Soeharto telah memenuhi semua persyaratan, terlebih namanya telah diusulkan sebanyak tiga kali.

"Nanti kita lihatlah ya. Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015, semuanya yang sudah memenuhi syarat," pungkas Fadli Zon.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar