Langkah ini mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri sulung PB XIII, menyatakan bahwa yang dilakukan adiknya merupakan perwujudan nyata dari adat Keraton yang luhur.
"Sampeyandalem Sinuhun XIV menjalankan sabda pelepasan dengan penuh tata krama dan makna. Itulah tanda kesetiaan seorang putra raja kepada ayahandanya dan kepada adat Mataram. Dalam setiap pelepasan raja, selalu ada pesan spiritual agar penerusnya memimpin dengan welas asih dan kebijaksanaan," jelas Gusti Timoer.
Ia menegaskan bahwa seluruh keluarga besar mendukung penuh pengangkatan putra mahkota sebagai Paku Buwono XIV. Peristiwa ini menandai bahwa kepergian PB XIII bukanlah akhir, melainkan awal dari lembaran baru kepemimpinan Keraton Surakarta di bawah Paku Buwono XIV.
Informasi lebih lanjut mengenai peristiwa bersejarah ini dapat dibaca di sini.
Artikel Terkait
Inter Milan Tahan Imbang Fiorentina 1-1, Keunggulan di Puncak Klasemen Menyusut
Tahanan Kasus Narkoba di Empat Lawang Meninggal Diduga Akibat Sakit
Pemerintah Imbau Hindari 24, 28, dan 29 Maret 2026 sebagai Puncak Arus Balik Lebaran
Real Madrid Menang Dramatis 3-2 Atas Atletico dalam Derbi Ibu Kota