Dirjen Hubdat Aan Suhanan Gelar Rampcheck Serentak Bus 7 November 2025
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengumumkan akan melaksanakan pemeriksaan kendaraan (rampcheck) secara serentak terhadap armada bus di seluruh Indonesia mulai 7 November 2025. Pengecekan akan difokuskan pada Terminal Tipe A, pool bus, lokasi wisata, dan ruas jalan yang rawan kecelakaan.
Pengecekan Awal di Magelang Hasilkan Kelayakan 100%
Sebagai bagian dari persiapan, Aan Suhanan telah melakukan peninjauan langsung dan rampcheck di Terminal Tipe A Tidar, Magelang, Jawa Tengah, serta lokasi parkir wisata Borobudur. Hasilnya, kelima bus yang diperiksa dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan teknis dan dinyatakan laik jalan.
Strategi Preventif Tekan Fatalitas Kecelakaan Bus
Kegiatan rampcheck serentak ini merupakan langkah strategis Ditjen Hubdat untuk meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan, khususnya yang melibatkan bus pariwisata yang mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi juga diharapkan partisipasi aktif dari setiap operator bus.
"Kami harap masing-masing operator melakukan pengecekan mandiri terhadap armada bus sebelum digunakan. Ini adalah langkah preventif bersama untuk meningkatkan keselamatan angkutan jalan," imbau Aan Suhanan.
Cakupan Pemeriksaan: Kendaraan, Pengemudi, dan Prasarana
Pemeriksaan yang dilakukan bersifat komprehensif. Selain kondisi teknis kendaraan seperti rem, ban, dan mesin, kondisi pengemudi juga menjadi perhatian utama. Pengemudi harus dalam keadaan sehat dan prima, mengingat jarak tempuh perjalanan bus yang seringkali sangat panjang.
Ditjen Hubdat juga memastikan kesiapan prasarana pendukung, seperti terminal. Terminal Tipe A Tidar Magelang, yang akan menjadi titik penunjang angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, telah mendapat apresiasi atas sistemnya yang dinilai sudah baik.
Digitalisasi Terminal untuk Masa Depan
Ke depan, Aan Suhanan berencana memperkuat digitalisasi terminal secara keseluruhan melalui penerapan Terminal Online System (TOS). Sistem terintegrasi ini bertujuan untuk menyederhanakan masalah manifest, menjadi pusat data yang andal, dan memvalidasi data dengan cepat.
"Digitalisasi sangat penting. Kami ingin terminal tidak hanya memberikan pelayanan yang bagus, tetapi juga menjadi gerbang yang mendatangkan kendaraan dan penumpang ke suatu daerah," pungkas Aan.
Artikel Terkait
OSC 2026 Mulai Seleksi Beasiswa dengan Ujian Daring, 145 Beasiswa S1 dari 10 Kampus Swasta Diperebutkan
Kebakaran di Depok Hanguskan Tujuh Kios, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Munas dan Konbes NU 2026 Digelar di Kediri, Presiden Prabowo Diundang
Polisi Bongkar Praktik Judi Terselubung di Dua Timezone Jakarta, 69 Orang Diamankan