Megawati Serukan Etika Global Baru & Tawarkan Pancasila untuk Atasi Tantangan AI

- Sabtu, 01 November 2025 | 18:10 WIB
Megawati Serukan Etika Global Baru & Tawarkan Pancasila untuk Atasi Tantangan AI
Megawati Serukan Etika Global Baru untuk Atasi Tantangan AI dan Teknologi

Megawati Serukan Etika Global Baru untuk Atasi Tantangan AI dan Teknologi

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya membangun etika global baru di tengah pesatnya revolusi teknologi. Ia menyatakan bahwa dunia memerlukan landasan moralitas baru untuk mengendalikan kekuatan artificial intelligence (AI), algoritma, dan sistem digital.

Dalam pidato kuncinya di seminar internasional peringatan ke-70 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Perpustakaan Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025), Megawati menyampaikan, "Dunia kini membutuhkan regulasi global baru, a new global ethics, untuk menata kembali hubungan kekuasaan dalam ranah teknologi, ekonomi, dan informasi."

Ia memperingatkan bahwa "Kemajuan teknologi tanpa dasar moral hanya akan melahirkan bentuk penindasan baru."

Dunia Digital yang Kehilangan Arah Moral

Megawati mengkritik perkembangan dunia yang bergerak cepat dalam teknologi namun kehilangan arah secara moral. Menurutnya, kemajuan dalam AI, big data, dan sistem digital lintas batas membuka peluang besar, tetapi sekaligus menghadirkan risiko dominasi baru jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kita menyaksikan bagaimana teknologi mampu menembus batas negara, tapi sekaligus mengikis batas nurani," ujarnya. "Karena itu, AI harus diatur bukan hanya oleh hukum, tetapi juga oleh moralitas dan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.

Pancasila Ditawarkan Sebagai Etika Global

Sebagai solusi, Megawati Soekarnoputri menawarkan Pancasila sebagai kerangka etik universal yang dapat menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ia meyakini prinsip-prinsip dalam Pancasila mampu menuntun arah dunia digital agar tidak kehilangan sisi moralnya.

"Pancasila menyeimbangkan antara dunia materiil dan spiritual, antara hak individu dan tanggung jawab sosial. Prinsip itu penting diterapkan dalam dunia digital yang cenderung menuhankan efisiensi," jelas Megawati.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan manusia dari tanggung jawab sosialnya. Megawati juga menyerukan perlunya kepemimpinan yang tidak hanya visioner, tetapi juga berperikemanusiaan.

"Kita membutuhkan keberanian moral seperti yang pernah ditunjukkan Bung Karno. Dunia memerlukan kepemimpinan yang bukan hanya visioner, tetapi juga bermoral," pungkasnya.

Komentar