Kerja sama proyek jet tempur KF-21 antara Indonesia dan Korea Selatan telah dimulai sejak tahun 2020. Dalam proyek senilai 8,8 triliun won ini, Indonesia berkomitmen menanggung 20% biaya pengembangan atau setara 1,7 triliun won.
Proyek KF-21 Boromae sempat mengalami kendala pembayaran dari Indonesia sejak 2020. Laporan menyebutkan Indonesia menunda pembayaran ratusan juta dolar AS untuk iuran proyek, dengan total yang belum disalurkan mencapai sekitar 500 miliar won.
Meskipun demikian, Indonesia telah membayar 227,2 miliar won dari total komitmennya. Pada tahun 2023, Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan kewajiban pembiayaan proyek KF-21 ini.
Artikel Terkait
Rusia Peringatkan Konsekuensi Serius atas Pembunuhan Pejabat Iran oleh AS-Israel
Menteri dan Sekretaris Kabinet Pantau Arus Balik, Terminal Pulo Gebang Ramai Lancar
Luis Garcia Plaza Resmi Tangani Sevilla dengan Misi Hindari Degradasi
Iran Luncurkan Rudal, 12 Orang Terluka di Israel