Projo Jadi Partai Politik atau Gabung PSI? Ini Kata Budi Arie
Isu mengenai relawan Projo yang akan berubah menjadi partai politik atau bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin santer. Benarkah kabar ini atau hanya sekadar rumor? Artikel ini mengupas tuntas berdasarkan pernyataan resmi Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.
Asal Mula Isu Transformasi Projo
Isu Projo menjadi parpol mencuat pasca Joko Widodo lengser dari kursi presiden. Spekulasi lain yang berkembang adalah kemungkinan Projo gabung PSI, seiring dengan dukungan terbuka Jokowi terhadap partai berlambang gajah tersebut. Intensitas dukungan ini memicu analisis tentang masa depan Projo.
Pernyataan Resmi Budi Arie Soal Transformasi Projo
Menjelang Kongres III Projo di Jakarta, Budi Arie menyatakan bahwa transformasi organisasi memang akan didorong. Ia mengakui bahwa Projo telah berevolusi dari sekadar gerakan relawan sejak pembentukannya pada 2013.
"Transformasi Projo sebenarnya sudah terjadi, dan melalui Kongres III kami kembali perumuskan bentuk transformasi baru," ujar Budi Arie kepada detikcom, Jumat (31/10/2025).
Apakah Transformasi Berarti Projo Jadi Parpol?
Ketika ditanya apakah transformasi akan mengarah pada pembentukan partai politik atau bergabung dengan parpol existing, Budi Arie memberikan jawaban yang terbuka. "Transformasi bisa dalam banyak aspek, bukan cuma jadi parpol atau tidak," jawabnya. Pernyataan ini membuka ruang untuk berbagai kemungkinan tanpa mengonfirmasi arah spesifiknya.
Posisi Jokowi dan Dukungan Projo ke Prabowo-Gibran
Budi Arie menegaskan bahwa posisi Joko Widodo di Projo tidak akan berubah. Ia juga menggarisbawahi komitmen Projo untuk selalu setia di garis rakyat, sesuai tema kongres mereka.
Lebih lanjut, Budi Arie menegaskan dukungan penuh Projo kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. "Projo mendukung Prabowo-Gibran sejak awal, bahkan sejak sebelum Pilpres 2024. Kami adalah organisasi pelopor terbentuknya pemerintahan Prabowo-Gibran," paparnya tegas.
Bentuk Dukungan Nyata Projo di Pemerintahan
Dukungan Projo tidak hanya retorika. Budi Arie memaparkan bahwa kader-kader Projo telah berada di berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan pusat, daerah, legislatif, maupun BUMN. Dukungan ini juga bersifat konstruktif dan kritis, seperti penolakan mereka terhadap wacana periode tiga kali jabatan presiden, vaksin Covid berbayar, dan tes PCR yang mahal pada era Jokowi.
"Kalau soal rakyat, menyangkut nasib rakyat kami tidak mau kompromi, kami selalu setia di garis rakyat," pungkas Budi Arie.
Dengan demikian, meskipun wacana transformasi Projo menjadi partai politik atau bergabung dengan PSI masih terbuka, komitmen utama organisasi ini tetaplah mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan memperjuangkan kepentingan rakyat dari posisi mana pun yang memungkinkan.
Artikel Terkait
Dua Petinggi PT PP Divonis Penjara atas Korupsi Proyek Fiktif yang Rugikan Negara Rp46,8 Miliar
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Dokter Richard Lee hingga 3 Juni 2026
Luapan Kali Angke Jadi Penyebab Banjir di Kembangan Jakarta Barat
Ratusan Pelajar Jawa Barat Bertemu Langsung dengan Presiden Prabowo di Istana Negara