Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Makanan ke Guru Honorer yang Berdemo
Personel Brimob Polda Metro Jaya memberikan pembagian makanan kepada massa aksi guru honorer yang sedang melakukan demonstrasi. Aksi bagi-bagi makanan ini dilaksanakan di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sebagai bentuk pelayanan dan perhatian langsung di lokasi.
Dipimpin Langsung oleh Perwira Brimob
Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Iptu Edianto Manurung dan Ipda Evan Budi Setiawan. Sementara fungsi pengendali pelayanan dijabat oleh Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly, yang merupakan Danyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya.
Komitmen Pelayanan Publik yang Humanis
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menegaskan bahwa pembagian makanan ini merupakan wujud nyata pelayanan publik yang humanis. Tujuannya adalah mendukung kenyamanan peserta aksi selama kegiatan demonstrasi berlangsung.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, yang menekankan pentingnya pendekatan polisi yang responsif dan profesional dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk dalam pengamanan penyampaian pendapat di muka umum.
Pendekatan Ramah dan Kondusif
Henik menjelaskan bahwa personel Brimob mengutamakan pendekatan yang ramah, komunikatif, dan persuasif selama mengamankan aksi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan massa demonstran sekaligus kelancaran acara, sehingga situasi tetap kondusif.
Wujudkan Keamanan dan Kenyamanan Bersama
Brimob Polda Metro Jaya berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik dengan pendekatan humanis dan profesional. Kehadiran mereka bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, serta memastikan ruang demokrasi berjalan dengan tertib, lancar, dan bermartabat.
Artikel Terkait
Ekonomi Banten Tumbuh 5,37% di 2025, Tertinggi dalam Dua Tahun
12 Pemuda Diamankan Usai Serang dan Rusak Motor di Bandung
The Washington Post PHK Ratusan Jurnalis dalam Restrukturisasi Menyakitkan
Banjir di Serang Belum Surut, 149 Warga Terus Mengungsi Hampir Sebulan