Selain kendala teknis, pihak kontraktor juga melaporkan hambatan signifikan dalam pasokan material konstruksi. Suryanto menyoroti bahwa penutupan sejumlah tambang di wilayah Kabupaten Bogor telah berdampak langsung pada kelancaran proyek.
"Penyedia jasa menyampaikan kesulitan besar dalam memperoleh material dasar konstruksi. Mereka berkeinginan bekerja cepat, namun terkendala ketersediaan material, terutama untuk tanah uruk, agregat, dan bahan baku beton," tuturnya lebih lanjut.
Ia menambahkan, "Kondisi ini terutama disebabkan oleh kesulitan memperoleh material akibat penutupan tambang. Saat ini pihak kontraktor sedang berupaya mencari sumber material dari wilayah di luar Kabupaten Bogor untuk mengatasi kelangkaan ini."
Dengan adanya identifikasi kendala ini, diharapkan dapat segera ditemukan solusi terbaik untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Bomang yang sangat dinantikan masyarakat.
Artikel Terkait
Arus Mudik Hari Kedua Lebaran 2026 Masih Padat, Tol Cipali Dipadati 30.000 Kendaraan
Prabowo Buka Investasi Asing dengan Syarat Mutlak: Patuh Aturan dan Hilirisasi
Polres Kuansing Bakar Rakit Penambang Emas Ilegal di Sungai Bawang Atas
Mudik Lebaran 2026 Catat Penurunan Signifikan Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa