Operasi Polisi Rio de Janeiro: 60 Tewas dalam Penggerebekan Favela Terbesar
Polisi Brasil melaksanakan operasi penggerebekan besar-besaran terhadap pengedar narkoba di kawasan favela Rio de Janeiro. Operasi ini tercatat sebagai yang paling berdarah dalam sejarah kota, dengan korban tewas mencapai puluhan orang.
Kronologi Operasi Polisi di Favela Rio
Lebih dari 40 jenazah dibariskan warga di plaza Kompleks Penha menyusul operasi polisi tersebut. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, korban diduga termasuk dari 60 tersangka anggota geng narkoba yang tewas dalam operasi antinarkoba di dua favela di wilayah utara Rio.
Korban Operasi Penggerebekan Narkoba
Operasi yang melibatkan 2.500 personel ini juga menewaskan empat petugas polisi. Target operasi adalah Comando Vermelho, organisasi kriminal utama yang beroperasi di permukiman padat penduduk kelas pekerja tersebut.
Lokasi dan Skala Operasi Polisi Brasil
Pertempuran sengit terjadi selama penggerebekan di Kompleks Penha dan Kompleks Alemao yang berlokasi dekat bandara internasional Rio. Operasi didukung kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone dengan kondisi jalanan yang menunjukkan pemandangan seperti medan perang.
Konflik Drone dan Tuduhan Narkoterorisme
Gubernur Rio Claudio Castro mengungkapkan geng kriminal menggunakan drone untuk menyerang petugas. Dalam pernyataannya di media sosial X, ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk narkoterorisme, bukan kejahatan biasa.
Artikel Terkait
Ade Armando Mundur dari PSI di Tengah Gelombang Protes dan Laporan Polisi Terkait Dugaan Pemotongan Ceramah Jusuf Kalla
Garuda Indonesia Gandeng Top 1, Anggota GarudaMiles Kini Bisa Kumpulkan Poin dari Servis Kendaraan
Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Kemenag Evaluasi Sistem Pencegahan di Pesantren
Harga Emas Bergerak Mixed di Tengah Ketidakpastian Diplomasi AS-Iran dan Penguatan Dolar