Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan kunjungan ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, untuk membahas tantangan global yang dihadapi generasi muda. Dalam pertemuan dengan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Pemuda, Felipe Paullier, Erick menyoroti dua isu utama: ketersediaan lapangan pekerjaan dan kesehatan mental.
Erick yang didampingi Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, menegaskan bahwa kedua persoalan tersebut menjadi perhatian serius dalam merancang program pemberdayaan pemuda. "Kami berdiskusi terkait berbagai isu kepemudaan di seluruh dunia. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk memastikan program-program kepemudaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pemuda dan pemudi," ujar Erick dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Menurut Erick, perubahan dunia yang berlangsung cepat turut memengaruhi masa depan pekerjaan, kehidupan sosial, dan tekanan yang dihadapi generasi muda. "Lapangan pekerjaan dan kesehatan mental menjadi dua isu besar yang paling dirasakan pemuda dan pemudi di dunia saat ini. Karena itu, program kepemudaan yang kita jalankan harus tepat sasaran, relevan dengan tantangan yang mereka hadapi, dan benar-benar memberikan dampak," katanya.
Erick menegaskan bahwa Kemenpora terus mendorong kebijakan kepemudaan yang tidak sekadar menghadirkan kegiatan, tetapi mampu membentuk karakter dan meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan kepemudaan melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, daya juang, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan kepada bangsa dan negara. "Sejak pertama kali memberikan amanah kepada saya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas bahwa kita harus membangun generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih dan berempati. Karena itu, setiap program harus memiliki tujuan dan dampak yang jelas bagi masa depan mereka," ujar Erick.
Pertemuan dengan Felipe Paullier juga menjadi bagian dari upaya Kemenpora memperluas perspektif dan memperkuat jejaring internasional dalam pembangunan kepemudaan. Erick menilai Indonesia perlu terus bertukar pengalaman dan praktik terbaik dengan berbagai negara serta lembaga internasional untuk menjawab tantangan generasi muda yang semakin kompleks. "Pemuda adalah kekuatan masa depan Indonesia. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus memiliki karakter yang kuat untuk membawa Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia," pungkas Erick.
Artikel Terkait
Berkebun Bersama Anak, Cara Sederhana Tingkatkan Kesehatan Mental
Trump Dorong Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
Fenomena Doomscrolling: Ketika Berita Buruk Membuat Kita Sulit Berhenti Menggulir Layar
Piala Presiden Elite 2026 Digelar 25 Juli, Persib vs Arema FC Jadi Laga Pembuka