Kontroversi Surogasi Memicu Mundurnya Ketua Fraksi Konservatif Jerman

- Selasa, 21 Juli 2026 | 10:40 WIB
Kontroversi Surogasi Memicu Mundurnya Ketua Fraksi Konservatif Jerman

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan akan segera mengajukan pengganti Jens Spahn sebagai ketua fraksi blok konservatif di Bundestag. Langkah ini diambil setelah Spahn mengundurkan diri di tengah kontroversi keputusannya memiliki anak melalui ibu pengganti di Amerika Serikat, praktik yang dilarang di Jerman dan ditentang partainya.

"Fraksi parlemen, jika diperlukan, tetap berfungsi. Kami akan membicarakan ini dalam komite partai dalam beberapa hari ke depan dan kami akan mengajukan proposal relatif segera, tapi kami tidak sedang dikejar waktu," kata Merz kepada stasiun penyiaran ZDF, Minggu (19/7). Ia tidak menutup kemungkinan adanya perombakan kabinet dalam proses tersebut.

"Ini bisa menjadi peluang," ujarnya ketika ditanya apakah politisi dari pemerintahan bisa mengambil alih posisi ketua fraksi. Baik Merz maupun Spahn adalah anggota CDU, yang secara eksplisit menolak surogasi.

Sejumlah nama disebut media sebagai calon pengganti, termasuk Kepala Kantor Kanselir Thorsten Frei, Menteri Kesehatan Nina Warken (keduanya dari CDU), dan Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt (CSU). Merz juga mengingatkan bahwa semua fraksi parlemen sedang dalam masa reses musim panas dan tidak akan ada sidang hingga September.

Mundur di tengah kontroversi surogasi

Jens Spahn mengundurkan diri pada Sabtu (18/7) setelah diminta oleh Kanselir Merz. Ia menegaskan tidak mundur sebagai anggota Bundestag. Surogasi tidak diizinkan di Jerman dan CDU menentang legalisasinya. Spahn dan pasangannya memiliki anak melalui ibu pengganti di AS.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa kebahagiaan pribadi saya dalam membangun keluarga bersama suami dan menjadi seorang ayah tidak bisa sejalan dengan jabatan politik saya," kata Spahn dalam pernyataan yang dilihat kantor berita.

Merz menyebut keputusan itu "tepat" sekaligus "tak terelakkan", dengan mengatakan bahwa "kredibilitas adalah aset paling berharga dalam politik." Ia akan bekerja sama dengan pemimpin CSU Markus Söder untuk mengajukan proposal ketua fraksi baru.

Kontroversi surrogasi

Awal pekan ini, Spahn (45) dan suaminya, Daniel Funke, mengumumkan kelahiran anak mereka dan mengunggah foto kereta bayi di media sosial. Pengumuman itu menuai kritik dari berbagai spektrum politik Jerman yang menuduhnya menerapkan standar ganda, mengingat posisinya di partai yang mendukung larangan surogasi.

Spahn pernah mengatakan ia sangat sulit menerima gagasan "rahim sewaan" sebagai seorang Kristen sekaligus pria gay, dan ia pernah memilih sesuai garis partai untuk mendukung larangan tersebut. Dalam wawancara dengan Bild, ia mengaku telah "bergulat dengan diri sendiri dalam waktu lama, termasuk soal surrogasi."

Spahn tidak akan menghadapi konsekuensi hukum di Jerman karena membesarkan anak yang lahir dari ibu pengganti di luar negeri tidak dilarang. Ini bukan kontroversi pertamanya: sebagai menteri kesehatan era COVID, ia pernah diselidiki atas dugaan penyalahgunaan uang publik, meski penyelidikan dihentikan pada Maret lalu. Sebelumnya, Spahn dipandang sebagai bintang di blok konservatif setelah terpilih kembali sebagai ketua fraksi dengan 85% suara pada Mei lalu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags