Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan ke pangkalan militer Al-Tanf di Suriah, Jumat (17/7/2026), sebagai pembalasan atas tewasnya tentara Iran dalam serangan Amerika Serikat di kota Iranshahr, Iran. Serangan ini menandai eskalasi baru di kawasan yang sudah rapuh.
"IRGC mengumumkan serangan mendadak terhadap Pusat Komando Operasi Khusus musuh di wilayah Al-Tanf, Suriah, sebagai pembalasan atas darah tentara-tentara Iran yang gugur di Iranshahr," demikian pernyataan media pemerintah Iran di Telegram, seperti dikutip AFP dan Reuters.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pemerintah Suriah maupun militer Amerika Serikat.
Pangkalan Al-Tanf terletak di perbatasan tiga negara: Suriah, Yordania, dan Irak. Sebelumnya, pangkalan ini merupakan pusat komando operasi khusus AS. Pada Februari lalu, militer AS mengumumkan telah menyelesaikan penarikan pasukan dari Al-Tanf, dan pemerintah Suriah menyatakan telah mengambil alih pangkalan tersebut.
Menurut kantor berita Iran, Tasnim, IRGC mengklaim pasukan udaranya menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter operasi khusus dalam serangan itu, serta menewaskan sejumlah besar personel yang mereka sebut sebagai "pasukan Amerika yang kriminal." IRGC menegaskan tindakan ini adalah balasan atas pembunuhan tentara Iran di Iranshahr.
Sebelumnya, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dalam sebuah acara di Chatham House, London, pada Maret lalu menyatakan bahwa negaranya bermaksud tetap di luar konflik regional, "kecuali jika Suriah menjadi sasaran pihak mana pun."
Artikel Terkait
Israel Tuding Erdogan Bawa Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah
Israel Bombardir Pangkalan Udara Suriah, Ini Motif di Balik Serangan
IAEA Temukan Beberapa Ton Material Nuklir di Suriah
Rudal Iran Kini Lebih Cerdas, Bisa Hindari Pertahanan Udara Musuh