Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, memberikan sejumlah alternatif nama bagi bayi yang didaftarkan dengan nama Muhammad MBG Subianto. Langkah ini diambil karena nama yang mengandung singkatan seperti "MBG" tidak dapat dicatat dalam akta kependudukan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.
Kepala Disdukcapil Wonosobo, Dwi Saraswati, mengatakan pihaknya telah bertemu dengan orang tua bayi dan menawarkan opsi agar MBG tetap menjadi inisial dari rangkaian nama. "Misalnya Muhammad mewakili M, lalu B dari Bianto. Terus bisa Gibran, Gemilang, atau Ganteng untuk G-nya. Jadi kalau disingkat tetap MBG," ujar Saras, Jumat (17/7).
Orang tua bayi, Ambon Yasin dan Yuharni, disebutkan telah mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun, mereka sebenarnya sudah memiliki nama sendiri untuk sang buah hati. "Sebenarnya sudah punya nama Muhamad Bintang Gemilang. Kemarin sempat bilang seperti itu," sebut Saras.
Hingga saat ini, pasangan tersebut belum mengajukan pembuatan akta kelahiran. Dokumen yang dimiliki baru sebatas surat keterangan lahir. "Belum mengajukan, cuma memang sudah terbit surat keterangan lahir. Itu merupakan salah satu persyaratan untuk mengurus dokumen akta kelahiran," jelas Saras.
Menurut Saras, kata "MBG" merupakan bentuk singkatan yang hanya terdiri dari tiga huruf konsonan, sehingga memiliki unsur multitafsir yang dilarang dalam aturan. "Salah satu persyaratan pencatatan nama adalah mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir. Kalau disingkat, tentu menjadi multitafsir. Nanti ditafsirkan dengan berbagai macam," ujarnya.
Jangan Memicu Ejekan
Meski pemberian nama anak merupakan hak orang tua, Saras mengimbau agar nama yang diberikan tidak berpotensi memicu ejekan atau perundungan di kemudian hari. "Kita berpikirnya bukan sekarang, tapi jangka ke depan. Ketika dia sudah bergaul dengan teman-temannya, jangan sampai diolok-olok dengan hal negatif. Nama MBG kalau ditafsirkan positif bisa, tapi kalau negatif juga bisa terjadi. Anak bisa diolok-olok, diejek, di-bully. Itu yang tidak kita harapkan," kata Saras.
Pasangan Ambon Yasin dan Yuharni menamai bayinya Muhammad MBG Subianto sebagai bentuk rasa syukur karena mendapatkan pekerjaan di dapur MBG (SPPG). Sementara Subianto diambil dari nama Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Dua Remaja Hilang saat Mendaki Gunung Bismo, Tim Gabungan Masih Melakukan Pencarian