Keputusan Amerika Serikat untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme menjadi pukulan ekonomi dan geopolitik bagi Israel. Langkah ini diumumkan setelah upaya Israel menyabotase KTT NATO di Turki gagal.
Presiden AS Donald Trump secara resmi memberitahukan Presiden Suriah Ahmed Shara melalui surat yang dikirim setelah pertemuan mereka di KTT NATO di Ankara. Trump menyatakan telah mengirim pemberitahuan ke Kongres dan setelah 45 hari, hambatan rekonstruksi Suriah akan dicabut. Perusahaan-perusahaan Amerika siap berinvestasi di Suriah.
Penghapusan status yang berlaku hampir setengah abad ini dianggap sebagai perkembangan bersejarah bagi keseimbangan kekuatan regional. Presiden Shara sebelumnya menekankan tujuan memposisikan Suriah sebagai pusat aman dan vital, jembatan peradaban dan ekonomi antara Timur dan Barat.
Blokade Keuangan Dicabut
Penghapusan dari daftar hitam membuka jalan bagi Suriah terhubung kembali dengan sistem keuangan internasional. Setelah periode peninjauan Kongres, bank-bank Suriah diharapkan mengakses SWIFT, membangun hubungan perbankan korespondensi, dan memulihkan transfer uang internasional.
Langkah ini krusial bagi ekonomi Suriah yang kehilangan pembiayaan eksternal akibat sanksi. Risiko hukum dan finansial berkurang bagi modal Teluk, investor Turki, dan perusahaan internasional, sehingga investasi diperkirakan mengalir deras.
Rekonstruksi Akan Dipercepat
Para ahli memperkirakan rekonstruksi Suriah menghasilkan volume ekonomi antara 250 hingga 400 miliar dolar AS dalam beberapa tahun. Keputusan AS menghilangkan hambatan politik utama. Perusahaan konstruksi Turki diprediksi memimpin proyek pembangkit listrik, pelabuhan, jalan raya, perumahan, dan infrastruktur berkat keunggulan geografis dan logistik.
Dana investasi publik negara-negara Teluk juga diharapkan membiayai upaya ini. Rekonstruksi Suriah menjadi proses strategis yang mempercepat integrasi regional.
Peran Sentral Turki Mendapat Dukungan Internasional
Langkah Washington memperkuat posisi sentral Turki terkait Suriah. Dengan perbatasan darat luas, kehadiran militer, hubungan dengan aktor lokal, dan kemampuan keamanan, Ankara menjadi mitra tak tergantikan dalam restrukturisasi Suriah. Tidak ada aktor regional lain yang mampu mengambil peran Turki dalam keamanan, logistik, dan koordinasi kelembagaan. Visi negara Suriah yang kuat dan terpusat yang diadvokasi Ankara semakin mendapat dukungan.
Rencana Israel Terganggu
Meski Israel lebih menyukai otoritas pusat lemah di Suriah, keputusan AS menghadirkan gambaran berbeda. Kontak langsung Washington dengan pemerintahan Shara, proses pencabutan sanksi, dan partisipasi perusahaan Amerika dalam rekonstruksi memberikan legitimasi internasional kepada Damaskus.
Integrasi untuk Memperkuat
Setelah KTT NATO, model Suriah yang lebih kuat, ekonomi terevitalisasi, terintegrasi ke sistem internasional, dan didukung Turki, AS, serta negara-negara Teluk mulai terlihat.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Konflik dengan AS Tak Akan Berakhir dengan Penyerahan Diri
Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah di Tengah Eskalasi dengan AS
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel dengan Target Infrastruktur
Netanyahu: Perang Iran Belum Berakhir, Tantangan Baru Menanti