AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Pukulan Telak bagi Israel

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:20 WIB
AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Pukulan Telak bagi Israel

Keputusan Amerika Serikat untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme menjadi pukulan ekonomi dan geopolitik bagi Israel. Langkah ini diumumkan setelah upaya Israel menyabotase KTT NATO di Turki gagal.

Presiden AS Donald Trump secara resmi memberitahukan Presiden Suriah Ahmed Shara melalui surat yang dikirim setelah pertemuan mereka di KTT NATO di Ankara. Trump menyatakan telah mengirim pemberitahuan ke Kongres dan setelah 45 hari, hambatan rekonstruksi Suriah akan dicabut. Perusahaan-perusahaan Amerika siap berinvestasi di Suriah.

Penghapusan status yang berlaku hampir setengah abad ini dianggap sebagai perkembangan bersejarah bagi keseimbangan kekuatan regional. Presiden Shara sebelumnya menekankan tujuan memposisikan Suriah sebagai pusat aman dan vital, jembatan peradaban dan ekonomi antara Timur dan Barat.

Blokade Keuangan Dicabut

Penghapusan dari daftar hitam membuka jalan bagi Suriah terhubung kembali dengan sistem keuangan internasional. Setelah periode peninjauan Kongres, bank-bank Suriah diharapkan mengakses SWIFT, membangun hubungan perbankan korespondensi, dan memulihkan transfer uang internasional.

Langkah ini krusial bagi ekonomi Suriah yang kehilangan pembiayaan eksternal akibat sanksi. Risiko hukum dan finansial berkurang bagi modal Teluk, investor Turki, dan perusahaan internasional, sehingga investasi diperkirakan mengalir deras.

Rekonstruksi Akan Dipercepat

Para ahli memperkirakan rekonstruksi Suriah menghasilkan volume ekonomi antara 250 hingga 400 miliar dolar AS dalam beberapa tahun. Keputusan AS menghilangkan hambatan politik utama. Perusahaan konstruksi Turki diprediksi memimpin proyek pembangkit listrik, pelabuhan, jalan raya, perumahan, dan infrastruktur berkat keunggulan geografis dan logistik.

Dana investasi publik negara-negara Teluk juga diharapkan membiayai upaya ini. Rekonstruksi Suriah menjadi proses strategis yang mempercepat integrasi regional.

Peran Sentral Turki Mendapat Dukungan Internasional

Langkah Washington memperkuat posisi sentral Turki terkait Suriah. Dengan perbatasan darat luas, kehadiran militer, hubungan dengan aktor lokal, dan kemampuan keamanan, Ankara menjadi mitra tak tergantikan dalam restrukturisasi Suriah. Tidak ada aktor regional lain yang mampu mengambil peran Turki dalam keamanan, logistik, dan koordinasi kelembagaan. Visi negara Suriah yang kuat dan terpusat yang diadvokasi Ankara semakin mendapat dukungan.

Rencana Israel Terganggu

Meski Israel lebih menyukai otoritas pusat lemah di Suriah, keputusan AS menghadirkan gambaran berbeda. Kontak langsung Washington dengan pemerintahan Shara, proses pencabutan sanksi, dan partisipasi perusahaan Amerika dalam rekonstruksi memberikan legitimasi internasional kepada Damaskus.

Integrasi untuk Memperkuat

Setelah KTT NATO, model Suriah yang lebih kuat, ekonomi terevitalisasi, terintegrasi ke sistem internasional, dan didukung Turki, AS, serta negara-negara Teluk mulai terlihat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags