Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah di Tengah Eskalasi dengan AS

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:25 WIB
Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah di Tengah Eskalasi dengan AS

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah serangkaian aksi saling serang dalam sepekan terakhir. Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa konfrontasi ini tidak akan berakhir dengan penyerahan diri Teheran.

"Mengakhiri perang adalah prioritas bagi negara-negara di dunia, namun setiap orang harus tahu bahwa konfrontasi ini tidak akan pernah berakhir dengan penyerahan diri Iran," ujar Ghalibaf dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita ISNA, Jumat (10/7/2026).

Ghalibaf menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Ia menambahkan, "Setiap kali pihak Amerika mengkhianati pemahaman (perjanjian), kami sepenuhnya siap untuk mempertahankan diri. Kami akan berdiri teguh melawan mereka dan mengamankan hak-hak rakyat Iran."

AS dan Iran telah terlibat saling tembak dalam beberapa kesempatan sepanjang pekan ini. Washington menuduh Teheran sengaja menargetkan kapal-kapal komersial di perairan internasional sebelum meluncurkan serangan balasan. Iran, di sisi lain, mengaku telah menyerang sejumlah aset militer AS di Timur Tengah menggunakan drone dan rudal.

Eskalasi ini terjadi hanya tiga minggu setelah kedua negara menandatangani perjanjian yang bertujuan mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian berkelanjutan. Aksi saling serang selama dua hari berturut-turut hingga Kamis lalu justru mengancam kembalinya perang regional skala penuh.

Ghalibaf mengungkapkan bahwa selama proses negosiasi dengan Washington, ia sempat menegaskan langsung kepada Wakil Presiden AS JD Vance mengenai ketidakpercayaan negaranya. "Kami tidak memiliki kepercayaan kepada Anda," cetus Ghalibaf mengulang pernyataannya kepada Vance. "Dari sudut pandang saya, mereka yang bisa bernegosiasi dengan Amerika adalah mereka yang memang sudah siap untuk berperang," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyatakan telah menyetujui negosiasi lebih lanjut dengan Iran. Namun, Trump kembali mengulangi pernyataannya bahwa masa gencatan senjata saat ini sudah berakhir.

Sebagai langkah mediasi, delegasi dari Qatar dilaporkan telah tiba di Iran pada Jumat untuk melakukan pembicaraan intensif menyusul eskalasi terbaru antara kedua negara.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags