Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang menjadi dasar gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Meski demikian, Washington tetap melanjutkan perundingan dengan Teheran.
“Iran meminta kita untuk melanjutkan ‘perundingan’. Kami setuju untuk melakukannya, tapi Amerika Serikat menyampaikan dengan tegas kepada mereka, gencatan senjata telah berakhir,” tulis Trump di akun media sosial Truth Social, Sabtu (11/7/2026).
Pernyataan itu pertama kali dilontarkan Trump saat ditanya wartawan di sela KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026). Ia ditanya apakah MoU Islamabad telah berakhir seiring berlanjutnya serangan AS terhadap Iran, demikian pula dengan pembalasan, pada Selasa.
Di tengah konflik terbaru ini, delegasi Qatar berkunjung ke Teheran pada Jumat (10/7/2026) dengan tujuan menghidupkan kembali mediasi dengan AS. Kunjungan itu juga untuk memperkuat peran Qatar sebagai mediator setelah serangan Iran terhadap kapal tanker Iran di Selat Hormuz awal pekan ini.
Qatar menuduh Iran menyerang kapal pengangkut gas alam cair, sementara dua kapal tanker lain juga rusak. Insiden itu menimbulkan kekhawatiran baru tentang keamanan di Selat Hormuz.
Negara Teluk tersebut telah memainkan peran kunci dalam memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara Iran dan AS. Bersama Pakistan, Qatar berperan dalam penandatangan MoU Islamabad, perjanjian damai selama 60 hari AS-Iran, pada 17 Juni, meski kini tak berlaku lagi.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Konflik dengan AS Tak Akan Berakhir dengan Penyerahan Diri
Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah di Tengah Eskalasi dengan AS
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Bertemu Petinggi Iran di Mashhad
Iran Minta AS Kembali Berunding, Trump Setujui tapi Gencatan Senjata Dinyatakan Berakhir