Jeremy Doku Siap Bangkit di Perempat Final Piala Dunia 2026 Lawan Spanyol

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:45 WIB
Jeremy Doku Siap Bangkit di Perempat Final Piala Dunia 2026 Lawan Spanyol

Penyerang sayap tim nasional Belgia, Jeremy Doku, bertekad memberikan kontribusi maksimal saat menghadapi Spanyol pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles, Jumat (10/7). Pemain Manchester City berusia 24 tahun itu melewati berbagai tantangan personal selama turnamen, termasuk sakit dan kelahiran putra pertamanya.

Doku sempat meninggalkan pemusatan latihan tim di Inggris pada Juni untuk mendampingi istrinya, Shireen, melahirkan putra pertama mereka yang diberi nama Praise. Keputusan itu menuai kritik dari salah satu lembaga penyiaran Prancis yang menilainya keterlaluan, meskipun Doku mendapat dukungan penuh dari rekan setim dan pemain lain seperti penyerang Inggris Ollie Watkins.

"Welcoming my son into the world is one of the greatest blessings God has ever given me," tulis Doku setelah kelahiran putranya.

Tim nasional Belgia menyambut kembali kehadirannya dengan menyebut momen tersebut sebagai assist paling penting dalam hidup Doku. Pemain yang dibaptis pada September 2025 ini dikenal terbuka mengenai imannya. Ia bahkan sempat memimpin ibadah pendalaman Alkitab daring bersama rekan-rekan setimnya sebelum turnamen dimulai.

Setelah Belgia menumbangkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1 pada 6 Juli di Seattle untuk melaju ke perempat final, Doku tidak bermain karena pelatih Rudi Garcia lebih memilih Dodi Lukebakio dan Leandro Trossard. Namun, melalui unggahan Instagram, Doku membagikan foto perayaan tim dengan kutipan ayat Alkitab: "I will praise the Lord at all times. I will constantly speak his praises."

"Quarter-finals Proud of the team. We keep believing, we keep fighting," tambah Doku.

Perjalanan Doku di lapangan belum mulus. Ia baru menjadi starter dalam tiga dari lima laga Belgia. Ia sempat digantikan sebelum laga berjalan satu jam saat menang 5-1 atas Selandia Baru karena kelelahan, dan kembali diganti lebih awal pada babak kedua saat menghadapi Senegal di babak 32 besar.

Menghadapi Spanyol yang belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini, kecepatan dan kemampuan dribel Doku dinilai bisa menjadi opsi taktis bagi Rudi Garcia untuk membongkar pertahanan lawan. Doku sendiri mengakui harus meningkatkan produktivitas gol demi mewujudkan ambisinya menjadi pemain sayap terbaik dunia, mengingat ia belum mencetak gol lagi untuk Belgia sejak laga melawan Liechtenstein pada November lalu.

"If I have those goals then I believe that I can get there for sure," kata Doku.

Ia merasa performa umpan sudah cukup baik, tetapi perlu lebih sering berada di posisi tepat untuk mencetak gol mudah. "I feel like assists, in that area, I'm fine but I have to be more in the areas where you can score easy goals, tap-ins and stuff like that," tuturnya.

Potensi Doku untuk bangkit mendapat dukungan dari mantan pemain internasional Belgia yang kini menjadi analis televisi, Marc Degryse. "I think Doku will still explode at this tournament," prediksi Degryse.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags