Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Gangguan Sinyal Landa Jakarta-Banten-Jabar

- Kamis, 16 Juli 2026 | 20:35 WIB
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian Modul BTS, Gangguan Sinyal Landa Jakarta-Banten-Jabar

Satuan Reserse Mobile Bareskrim Polri membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan perangkat modul base transceiver station (BTS) yang beroperasi di lintas wilayah Indonesia. Aksi kejahatan ini menyebabkan gangguan sinyal di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

"Aksi kejahatan para pelaku ini sempat memicu terjadinya gangguan layanan telekomunikasi hingga pemadaman sinyal (blackout) yang berdampak pada ribuan pelanggan internet dan seluler di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat," ujar Kasat Resmob Mabes Polri, Kombes Arsya Khadafi, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Kasus bermula dari laporan PT Smart XL Telecom Sejahtera yang berulang kali kehilangan perangkat modul BTS. Hilangnya komponen vital itu langsung melumpuhkan jaringan telekomunikasi masyarakat.

Bareskrim Polri bergerak cepat melakukan penyelidikan gabungan bersama Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Ciracas. Melalui analisis rekaman CCTV dan pelacakan lapangan, tim mengidentifikasi para pelaku yang menyamar sebagai teknisi resmi menggunakan mobil Toyota Avanza hitam.

"Para pelaku memanfaatkan pengetahuan dan akses yang mereka miliki sebagai mantan pekerja atau vendor instalasi jaringan. Dengan membawa peralatan kerja standar, mereka membongkar box modul BTS tanpa memicu kecurigaan warga sekitar," ungkapnya.

Polisi mengamankan sejumlah tersangka utama dari berbagai klaster peran. AN dan ASA sebagai eksekutor pencurian. RR, mantan teknisi instalasi, membobol wilayah Kalisari, Jakarta Timur. Sementara GA bertindak sebagai penadah dan pengepul barang curian.

Dari pemeriksaan terhadap AN, ditemukan aliran dana mencurigakan sebanyak 11 kali transaksi perbankan senilai puluhan juta rupiah kepada tersangka RR.

"Sindikat ini dikendalikan oleh jaringan internasional. Modul BTS yang berhasil dicuri dikumpulkan oleh pengepul lalu dikirim ke luar negeri melalui jasa ekspedisi atas arahan seorang warga negara asing (WNA) berinisial Jason Zhang yang diduga berada di Bangkok, Thailand," tuturnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags