Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara, dilaporkan langka. Warga terpaksa mengantre panjang dari sore hingga malam hari demi mendapatkan BBM, terutama jenis Pertalite dan Pertamax.
Pada Selasa (14/7) malam, beberapa SPBU di Medan kehabisan stok. Kondisi ini terpantau di SPBU Pajak Sore, SPBU Simpang Pos, dan SPBU Lau Chih yang berada di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan.
Salah seorang pengendara, Leo Sembiring, mengaku telah mendatangi empat SPBU dan semuanya kosong. Ia akhirnya mendapat BBM di SPBU Ngumbang Surbakti. "Sudah empat SPBU saya datangi, yakni SPBU Lau Chih, SPBU Al-Azhar, SPBU Johor, dan SPBU Lapangan Tembak, baru dapat di SPBU Ngumbang Surbakti. Tangki minyak saya juga sudah hampir kosong," ucap Leo.
Leo mulai mengantre sejak pukul 18.30 WIB dan hingga pukul 22.30 WIB ia masih berada dalam antrean. Ia terpaksa bertahan karena harus bekerja keesokan harinya.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan antrean panjang sudah terjadi selama dua hari terakhir. Masalah ini dipicu oleh persoalan distribusi akibat pemecatan massal sopir truk BBM. "Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan TNI/Polri. Kami dari TNI/Polri menyiapkan driver," ujar Bobby, Selasa (14/7).
Bobby meminta agar permasalahan internal ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat akan membantu mengatasi distribusi. "(TNI/Polri) cek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TNI/Polri sudah siap jumlah personel untuk kontrol. Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan, pemerintah siap men-cover sementara," kata Bobby.
Artikel Terkait
Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Medan Normal Setelah Kenaikan Konsumsi 5-10 Persen
Pemecatan Massal Sopir Truk Tangki Picu Kelangkaan BBM, Pemprov Sumut Gandeng TNI-Polri
Dua Remaja Dibekuk Usai Begal Wanita di Medan, Satu Buron
Bobby Nasution Dorong PRSU Masuk Kalender Event Nasional