PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bersiap memasuki bisnis komersial dengan mengoperasikan pesawat N219 untuk melayani penerbangan perintis. Langkah ini diambil untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses moda transportasi lain.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai N219 sangat cocok untuk rute perintis, terutama di wilayah dengan geografi menantang seperti pegunungan dan hutan lebat. "PT DI dengan bangga telah mengembangkan produksi nasional N219, ini pesawat yang bisa dikatakan ideal untuk kebutuhan rute penerbangan perintis di kondisi geografi yang juga menantang," ujarnya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara PT DI dan PT Bandara Internasional Jawa Barat, Rabu (15/7).
AHY mencontohkan pesawat berukuran kecil ini dapat digunakan di Papua dan Kalimantan. "Memang tidak terlalu besar, tetapi justru taktis dan manuvernya bisa lincah, dengan demikian harapannya jika ada permintaan dalam negeri sendiri, ini akan mengembangkan industri penerbangan kita," sambungnya.
Pemerintah juga mendorong PT DI untuk menembus pasar luar negeri, terutama negara berkembang di Asia Pasifik dan Afrika. "Tentu bukan hanya menyasar pasar dalam negeri, tapi tadi saya menyampaikan ada potensi luar biasa untuk industri aviation di Asia Pasifik dan juga Afrika. Negara-negara berkembang di sana sini juga membutuhkan pesawat dengan ukuran yang relatif kecil tetapi bisa mengangkut manusia dan barang cepat dan taktis," kata AHY.
Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan membenarkan rencana ekspansi ke bisnis komersial. Rencana tersebut sudah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan. "Kami tadi mohon izin telah menghadap Pak Menko di luar untuk militery yang selama ini menjadi bisnis kami, kami juga sudah ingin mendapatkan kebutuhan untuk komersial. Kami sudah mendapatkan dudukan dari Bapak Wamen Perhubungan sudah bertemu untuk bagaimana pesawat N219 digunakan untuk penerbangan perintis. Karena TKDN kami 45%, dan kami juga twin-engine frontier," ujarnya.
Artikel Terkait
Restrukturisasi Keuangan Whoosh Jadi Syarat Perpanjangan Jalur ke Surabaya
Menko AHY dan Menhan Sjafrie Bahas Sinkronisasi Infrastruktur dengan Pengamanan Wilayah Udara
Menhan Sjafrie dan Menko AHY Bahas Pengamanan Wilayah Udara untuk Dukung Bandara Internasional Baru