Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran resmi berakhir. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, namun Teheran tak gentar.
Trump menyampaikan pernyataan itu setelah Washington melancarkan serangan terhadap Republik Islam tersebut. Iran pun membalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Saat mengumumkan berakhirnya gencatan senjata di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, Trump menyebut pemimpin Iran sebagai "sampah" dan "tidak waras".
"Saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka. Mereka sampah, mereka orang-orang sakit, mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa, dan mereka orang-orang yang kejam dan brutal. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya," ujar Trump merujuk pada kepemimpinan Iran saat ini.
Lebih lanjut, Trump menuduh Iran berulang kali menyalahartikan apa yang telah disepakati dalam gencatan senjata.
"Semua orang setuju, tidak ada senjata nuklir. Kita membuat kesepakatan. Mereka keluar, bicara kepada pers, mereka lalu mengatakan bahwa kita bahkan tidak pernah membicarakannya. Ada yang salah dengan mereka, mereka itu tidak waras. Bagi saya, ini sudah berakhir," kata Presiden AS itu.
Artikel Terkait
Markas Militer Iran di Bushehr Diserang Proyektil, AS Bantah Terlibat
AS Bombardir Jembatan Kereta Api Strategis di Iran Utara
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Berangkat ke Iran Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei
Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Strategis Iran yang Hubungkan China dan Rusia