Polda Metro Jaya menggeledah sebuah ruko tiga lantai di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) dini hari. Penggeledahan yang berlangsung sekitar lima jam itu merupakan bagian dari pengusutan kasus dugaan korupsi yang ditangani bersama Kortastipidkor Polri.
Pantauan di lokasi, penyidik keluar dari ruko sekitar pukul 04.15 WIB sambil membawa sejumlah barang bukti, mulai dari koper besar, tas jinjing kuning, hingga monitor komputer. Satu koper besar tampak digotong dua petugas ke dalam bus. Beberapa barang bukti lain ditenteng dan dimasukkan ke bagasi bus sebelum rombongan meninggalkan lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ruko tersebut merupakan lokasi ke-13 yang digeledah dalam kasus ini. "Penggeledahan di titik ke-13 ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan yang sebelumnya. Kita saksikan bersama masih dilaksanakan penggeledahan di salah satu ruko kaitan dengan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh joint investigation dari Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya," kata Budi di lokasi.
Budi menambahkan, penggeledahan ini merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan saksi. Ia menyebut masih ada kemungkinan lokasi lain akan digeledah. "Dari hasil pemeriksaan keterangan saksi maupun gelar perkara, artinya masih ada perkembangan beberapa titik lainnya. Nah, mungkin kami nanti akan update ke teman-teman sekalian setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga ini sangat transparan," imbuhnya.
Polisi sempat membuka paksa ruko dengan memotong rantai menggunakan gerinda. "Yang pertama jelas memutus rantai, yang kedua membuka pintu. Kita lihat menyaksikan ruko ada tiga lantai. Untuk membuka pintu akses ke lantai tiga," jelas Budi.
Barang bukti yang diamankan antara lain sejumlah dokumen dan komputer. Namun, Budi belum dapat memastikan isi dokumen tersebut. "Dan melihat sekarang banyak dokumen yang diamankan teman-teman penyidik, termasuk ada komputer dan barang-barang lainnya. Kami belum bisa mengidentifikasi, menginventarisir semua dari yang bisa diamankan," ucapnya.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7), Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi, termasuk money changer dan Kafe de'Clan Signature di Cipete, serta sebuah rumah di Bogor. Dalam penggeledahan itu, polisi menyita emas batangan dan valuta asing senilai miliaran rupiah.
Rentetan penggeledahan ini terkait tiga kasus dugaan korupsi, yaitu di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Budi menegaskan kasus ini menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto. "Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Rabu (8/7).
Budi menjelaskan, penggeledahan ini bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN yang memicu blackout di Sumatera, serta kasus ASABRI dan Krakatau Steel. Kasus yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.
Artikel Terkait
Polda Metro Geledah Ruko di Cipete, Lokasi ke-13 Kasus Dugaan Korupsi
Polda Metro Jaya Geledah Ruko ke-13 di Cipete Terkait Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel
Karangan Bunga Dukungan Berjejer di Depan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Saat Usut Kasus Korupsi
Polda Metro Geledah Ruko di Cipete Terkait Korupsi Batu Bara hingga ASABRI