Pembangunan Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Kulon Progo Hampir Rampung

- Rabu, 01 Juli 2026 | 20:20 WIB
Pembangunan Gedung Permanen Sekolah Rakyat di Kulon Progo Hampir Rampung

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Progres pembangunan telah mencapai 91 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2026.

"Jadi pada hari ini kita mengecek kesiapan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kulon Progo. Pembangunan gedungnya, insyaallah, pertengahan Juli beres. Sekarang (progresnya) sudah 91 persen," kata Agus Jabo dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Dalam peninjauan, Agus Jabo menyempatkan melihat ruang kelas yang akan digunakan siswa jenjang SD. Meja dan kursi belajar telah tertata rapi. Gedung ini nantinya akan menampung 314 murid dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026.

"Di samping menyiapkan kelas, menyiapkan fasilitas yang lain, pembersihan sudah mulai dilakukan. Jadi nanti begitu siswa masuk, itu alat berat sudah tidak ada. Lokasinya juga sudah bersih, sehingga tidak mengganggu proses MPLS. Ya, karena MPLS mulai tanggal 14 Juli," ujar Agus Jabo.

Proses pembangunan terus dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sebanyak 1.134 pekerja dilibatkan untuk menyelesaikan pembangunan agar rampung sesuai target.

Gedung permanen Sekolah Rakyat Kulon Progo berdiri di atas lahan seluas 7,1 hektare di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Sekolah ini dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang kelas, perpustakaan, gedung asrama, rumah ibadah, lapangan basket dan upacara, serta rusun bagi guru dan tenaga kependidikan.

Turut hadir dalam peninjauan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono; Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo Ernawati; Kabid Jamsos Provinsi DIY Suparmin; Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta Haruman Hendarsah; Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono; Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul Agus Ristanto; dan Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Sleman Reti Sudarsih.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags