Gus Ipul Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Cerita Siswa Sekolah Rakyat yang Hidupnya Berubah

- Rabu, 01 Juli 2026 | 19:25 WIB
Gus Ipul Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Cerita Siswa Sekolah Rakyat yang Hidupnya Berubah

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Nagara Janottama, Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan bertajuk '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat' ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengucapkan selamat dan apresiasi kepada jajaran kepolisian. "Selamat hari Bhayangkara ke-80 untuk Pak Kapolri dan semua jajarannya. Kami ingin berterima kasih atas dedikasi teman-teman dari kepolisian, salah satunya banyak membantu kami di lapangan bersama TNI dalam rangka penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Upacara diawali dengan penampilan pasukan dari tujuh resimen yang memasuki lapangan dan meneriakkan yel-yel penuh semangat. Berbagai jajaran kepolisian daerah juga mengadakan perlombaan yel-yel untuk membangun kekompakan dan kreativitas personel.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video tentang M. Fikri Ibrahim, seorang siswa Sekolah Rakyat berusia 6 tahun yang saat ini bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Sumedang. Kisah Fikri menyentuh hati banyak orang. Kehidupannya tidak sama seperti anak-anak lainnya; saat teman-temannya asyik bermain, Fikri terpaksa mengais sampah, mencari botol-botol bekas untuk dijual demi menyambung hidup. Video Fikri saat mencari barang di jalanan sempat viral beberapa waktu lalu.

Sejak masuk Sekolah Rakyat, hidup Fikri berubah. Kini ia memakai seragam bersih, bukan lagi baju lusuh dan kotor. Makannya lebih teratur dan bergizi, ditambah lingkungan yang jauh lebih baik melalui pendampingan guru dan tenaga kependidikan. Fikri adalah satu dari banyak anak yang merasakan manfaat program Sekolah Rakyat, gagasan Presiden Prabowo Subianto. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa masih banyak anak dari keluarga miskin yang membutuhkan akses pendidikan, dan pendidikan bisa menjadi jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Prabowo: Kemiskinan Akibat Korupsi

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat Indonesia. "Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal," kata Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan dalam penyimpangan-penyimpangan tersebut, tanpa pandang bulu. "Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum. Saya tekankan kembali, rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan, masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani," tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 RI Muhammad Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Mahkamah Agung Sunarto, pimpinan tinggi lembaga negara, jajaran menteri koordinator dan menteri Kabinet Merah Putih, serta stakeholder terkait lainnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags