Menjelang dimulainya pengisian awal waduk atau impounding, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) menggelar sosialisasi keselamatan bendungan bagi masyarakat di sekitar proyek PLTA Batangtoru berkapasitas 510 megawatt (MW). Langkah ini ditempuh untuk memastikan warga memahami setiap tahapan proses dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan diikuti 98 peserta dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga di sekitar area proyek.
Manajer Sosial Komunikasi PT NSHE, Arie Dedy Puspita, mengatakan sosialisasi ini bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan wujud komitmen perusahaan membangun kepercayaan melalui komunikasi terbuka.
"Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen PT NSHE untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai proses pengisian awal waduk, aspek keselamatan bendungan, serta langkah-langkah mitigasi yang telah dipersiapkan," kata Arie dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
"Kami berharap komunikasi yang terbuka dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kelancaran proses impounding sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar area proyek," imbuhnya.
Kegiatan diawali sambutan dari Camat Sipirok, Danramil 03 Sipirok, manajemen PLTA Batangtoru, serta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan. Peserta kemudian mendapat penjelasan mengenai kesiapan teknis bendungan, rencana pelaksanaan pengisian awal waduk, mekanisme keselamatan, serta menyaksikan tayangan video profil PLTA Batangtoru dan simulasi rencana tindak darurat.
Pengisian Waduk Dilakukan Bertahap
Manajemen PLTA Batangtoru memaparkan bahwa seluruh struktur utama bendungan, sistem hidromekanikal, dan fasilitas pendukung telah rampung dibangun dan melalui serangkaian pengujian sesuai standar teknis. Pengisian awal waduk direncanakan secara bertahap selama kurang lebih dua minggu. Selama proses itu, debit aliran sungai ke wilayah hilir tetap dijaga sesuai ketentuan sehingga tidak berdampak bagi masyarakat di sepanjang Sungai Batangtoru.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, PT NSHE telah memasang papan informasi dan rambu peringatan di lima titik strategis di kawasan hulu bendungan. Langkah ini diharapkan membuat masyarakat semakin memahami area genangan dan dapat beraktivitas lebih aman selama pengisian waduk.
PT NSHE meyakini keberhasilan impounding tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga kesiapan seluruh pihak. Perusahaan akan terus mengedepankan prinsip keterbukaan, keselamatan, dan kolaborasi bersama pemerintah serta masyarakat agar setiap tahapan menuju operasional PLTA Batangtoru berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi penyediaan energi bersih yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Unifam Dekati Konsumen Lewat Partisipasi di Nadaloka 2026 Bandung
Pasar Baru Disulap Jadi Myeongdong-nya Jakarta, Akses MRT Jadi Kunci
Korupsi Proyek Jembatan Merah Putih di Sukabumi, Dua Tersangka Dibekuk Polda Jabar
Pramono Anung Dorong Koneksi Bawah Tanah Plaza Senayan dan Senayan City, Ancang-Ancang Naikkan Pajak Jika Tak Ada Kesepakatan