Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Keluarga Buka Suara

- Minggu, 28 Juni 2026 | 07:30 WIB
Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD, Keluarga Buka Suara

dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dokter Icha, meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 26 Juni 2026. Dokter muda yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), itu diduga mengalami tekanan psikologis berat setelah diintimidasi sejumlah anggota DPRD setempat saat menangani pasien anak korban gigitan ular.

Menurut keluarga, insiden bermula ketika kerabat pasien yang merupakan anggota DPRD TTU mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan memprotes penanganan medis yang dilakukan dokter Icha. Paman korban, Fabi Banase, menyebut tiga anggota dewan yang terlibat, yaitu Veronika Lake (PDI Perjuangan), Teres Lasaka (Partai Golkar), dan Nobertu Bani (PKB). Dua di antaranya diduga dalam pengaruh minuman keras saat berada di rumah sakit.

“Mereka dalam keadaan mabuk saat masuk ke ruang UGD,” ungkap Fabi, Sabtu (27/6/2026).

Kondisi psikologis dokter Icha terus memburuk setelah kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan kejiwaan dari Klinik Utama Dewantara pada Rabu (23/6/2026) menunjukkan ia mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik dan sempat melakukan percobaan bunuh diri. Keluarga juga menyebut dokter Icha sempat menjalani perawatan di RS Leona akibat tekanan batin.

Kronologi Dugaan Intimidasi

Victor Manbait, perwakilan keluarga, menjelaskan bahwa dokter Icha telah menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit dan arahan dokter spesialis anak. Masalah muncul ketika keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu yang secara medis belum dianjurkan dan tidak tersedia di rumah sakit. Dua orang yang mengaku anggota DPRD kemudian mendatangi ruang perawatan, melontarkan protes dengan nada tinggi, dan salah satunya disebut sempat menunjuk wajah dokter Icha.

“Dokter Icha mengaku masih merasa ketakutan dan tertekan secara batin akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas,” ungkap Victor.

Sementara itu, dua anggota DPRD TTU yang disebut terlibat, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi. “Kami tidak pernah berniat mengintimidasi tenaga medis. Informasi yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi,” kata Therensius.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags