Guru Besar Unand Dorong Konsumsi Dadih untuk Cegah Stunting

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:30 WIB
Guru Besar Unand Dorong Konsumsi Dadih untuk Cegah Stunting

Pakar gizi dari Universitas Andalas (Unand) merekomendasikan dadih, pangan fermentasi tradisional Sumatera Barat, sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand Prof. Helmizar menyebut makanan ini kaya protein, asam amino esensial, mineral, dan probiotik.

Rekomendasi itu disampaikan Prof. Helmizar saat pengukuhannya sebagai guru besar bidang ilmu gizi di kampus setempat, Sabtu. "Dadih merupakan fermentasi susu kerbau tradisional yang kaya protein, asam amino esensial, mineral serta mengandung bakteri asam laktat yang berfungsi sebagai probiotik," ujarnya.

Penelitian intervensi pada ibu hamil menunjukkan suplementasi dadih, baik sendiri maupun dikombinasikan dengan zink, memberikan manfaat terhadap status gizi ibu. Menurut Prof. Helmizar, intervensi tersebut mampu meningkatkan status mikronutrien, memperbaiki sistem imun ibu dan bayi, menurunkan prevalensi defisiensi zink pada ibu hamil, serta meningkatkan kadar secretory Immunoglobulin A sebagai indikator penting sistem kekebalan mukosa.

"Selain itu, bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan intervensi menunjukkan kecenderungan memiliki status kesehatan dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol," katanya.

Penelitian lanjutan hingga anak berusia dua tahun menunjukkan prevalensi stunting, kurang gizi, dan kurus cenderung lebih rendah pada kelompok yang ibunya mendapat suplementasi dadih dan zink selama kehamilan. Hasil tes perkembangan kognitif, bahasa, dan motorik menggunakan instrumen Bayley Scale III menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori perkembangan normal hingga superior.

Prof. Helmizar menekankan bahwa upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan intervensi gizi, tetapi juga membutuhkan dukungan selama 1.000 hari pertama kehidupan melalui pola asuh yang tepat. Ia menyebut pola asuh berbasis kearifan lokal di Sumatera Barat yang dikenal sebagai Manjujai terbukti mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial emosional anak.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags