Gerindra Sebut Program Makan Bergizi Gratis Buka 1,3 Juta Lapangan Kerja

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:36 WIB
Gerindra Sebut Program Makan Bergizi Gratis Buka 1,3 Juta Lapangan Kerja

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah membuka jutaan lapangan pekerjaan baru. Hal ini disampaikannya menanggapi hasil survei nasional terbaru dari Pusat Polling (Puspoll) Indonesia pada Sabtu (27/6).

Bahtra mengingatkan publik akan besarnya penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan dari program MBG. "Kalau kita lihat ya sebetulnya ada yang luput dari MBG ini, kalau misalnya kita hitung 27 ribu dapur yang sudah beroperasi itu kurang lebih hampir 1,3 juta lapangan pekerjaan yang dibuka oleh Pak Prabowo," ungkapnya di Hotel AONE Jakarta, Sabtu (27/6).

Ia merinci bahwa setiap titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan puluhan pekerja untuk beroperasi setiap harinya. "Setiap dapur itu kurang lebih 50 orang di SPPG ya. Kalau kurang lebih 50 orang dikali 27.000 artinya kan ada hampir 1,3 juta orang yang diciptakan lapangan pekerjaan itu berasal dari satu sektor saja terkait soal MBG ini," jelasnya.

Menurut Bahtra, tingginya lapangan kerja baru ini sejalan dengan hasil survei Puspoll yang menunjukkan masyarakat merasakan langsung dampak positif MBG. "Artinya program MBG yang banyak dikritik publik hari ini ternyata berdasarkan hasil survei di bulan Mei dampaknya sangat tinggi dan masyarakat cukup puas dengan adanya program ini," tegasnya.

Ia menilai temuan ini mematahkan framing masif di masyarakat yang menganggap MBG minim manfaat hingga harus dihentikan. Sebaliknya, survei membuktikan MBG justru menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja Presiden. "Berarti kalau begitu itu tidak sesuai dengan framing publik yang kita lihat hari ini yang sangat masif bahwa MBG harus diberhentikan, MBG apa namanya manfaatnya sangat kecil bagi rakyat banyak. Tetapi hasil survei menunjukkan justru ini yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintahan Presiden Prabowo," tutupnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags