Sebuah pesawat ringan bermesin tunggal menabrak gedung tertinggi di Beijing pada Jumat (26/6) sore, menewaskan pilot dan melukai 13 orang di darat. Insiden ini menjadi kecelakaan udara langka di ibu kota China yang dikenal dengan aturan larangan terbang yang sangat ketat.
Pemerintah Distrik Chaoyang melaporkan bahwa pesawat olahraga berkapasitas dua tempat duduk itu menabrak gedung pencakar langit di Jalan Lingkar Ketiga Timur pada pukul 17.55 waktu setempat. Seluruh korban luka, yang tidak berada di dalam pesawat, saat ini menjalani perawatan medis.
"Hanya ada satu orang di dalam pesawat, yaitu pilot, yang meninggal," demikian pernyataan resmi pemerintah distrik yang diunggah di media sosial. Pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan penyebab kecelakaan.
Gedung yang ditabrak adalah Menara CITIC, atau China Zun, setinggi 528 meter yang terletak di Kawasan Pusat Bisnis (CBD) Beijing. Akibat benturan, fasad gedung mengalami kerusakan, namun pada Sabtu (27/6) bagian yang rusak telah ditutup.
Kecelakaan udara di Beijing sangat jarang terjadi karena wilayah udaranya menerapkan larangan terbang ketat. Sebelumnya, kecelakaan pesawat terakhir di Beijing terjadi pada 2022, ketika sebuah helikopter wisata jatuh antara Distrik Changping dan Distrik Fangshan, menewaskan dua pilot.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Festival Fulan Fehan IV di NTT, Soroti Persahabatan Indonesia-Timor Leste
Dua Minggu, Lima Calon Manajer Tewas: Dosen UGM Sebut Kebijakan Absurd
Komnas HAM Catat 151 Aduan Penyiksaan Sepanjang 2024-2026, Soroti Kasus Aktivis KontraS
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab terhadap Masa Depan NU