Setahun Berjalan, Program Sekolah Rakyat Dinilai Mulai Tunjukkan Dampak Nyata bagi Anak Miskin

- Jumat, 26 Juni 2026 | 20:55 WIB
Setahun Berjalan, Program Sekolah Rakyat Dinilai Mulai Tunjukkan Dampak Nyata bagi Anak Miskin

Setahun berjalan, program prioritas Presiden yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem mulai menunjukkan hasil. Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk menangani persoalan anak putus sekolah, belum sekolah, dan tidak sekolah, perlahan membawa perubahan yang kasat mata. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengakui, perjalanan program ini tidak mudah, namun dampaknya mulai terasa.

"Memang tidak mudah pada awalnya, tapi alhamdulillah selama setahun ini, secara umum program dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini cukup berhasil," ujar Agus Jabo dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026). Ia mencontohkan perubahan nyata pada para siswa. "Terbukti misalnya, anak-anak ataupun siswa yang tadinya kurang percaya diri, menjadi percaya diri. Yang tadinya badannya kurus, menjadi gemuk."

Pernyataan itu disampaikan Agus Jabo dalam program talkshow CNN Indonesia bertema '1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa'. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak. "Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Ini konsep Sekolah Rakyat seperti itu," jelasnya.

Agus Jabo menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan anak. Ada upaya pemberdayaan keluarga yang menyertainya, dengan tujuan memutus mata rantai kemiskinan. "Kita memberdayakan orangtua siswa ini supaya bisa mandiri, mendapatkan penghasilan sendiri dan hidupnya juga sejahtera," katanya. Ia menekankan, Sekolah Rakyat adalah langkah negara untuk menghentikan transmisi kemiskinan antar generasi. "Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Jadi Sekolah Rakyat inilah jawaban dari negara untuk memutus rantai kemiskinan," tegasnya.

Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, program ini perlu terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. "Pasti dukung 100 persen. Karena ini cara Bapak Presiden untuk mendorong anak-anak yang tidak punya mimpi bisa diwujudkan," ujar Furtasan.

Konsultan Pendidikan dan Karier Ina Liem juga menyambut baik konsep Sekolah Rakyat. Ia menilai, gagasan ini berangkat dari realitas rumah tangga keluarga miskin yang kerap tidak kondusif bagi proses belajar. "Jadi idenya memang sangat bagus. Karena pendidikan itu kan dimulai dari rumah sebetulnya ya, bukan dari sekolah. Tapi masalah masyarakat miskin dan miskin ekstrem, rumahnya ini kan tidak kondusif untuk pendidikan," kata Ina. Ia menambahkan, pola sekolah berasrama memberi ruang bagi anak untuk mendapatkan pendampingan yang lebih teratur.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags