KBRI Takhta Suci Perkenalkan Tenun Nusantara ke Dunia Lewat Acara ‘Women, Thread, dan Time’ di Roma

- Jumat, 26 Juni 2026 | 11:00 WIB
KBRI Takhta Suci Perkenalkan Tenun Nusantara ke Dunia Lewat Acara ‘Women, Thread, dan Time’ di Roma

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci menggelar acara promosi budaya bertajuk Women, Thread, dan Time di Roma, Rabu (24/6/2026). Acara ini menjadi panggung bagi kekayaan kain tenun Nusantara yang diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

Dalam acara tersebut, KBRI Takhta Suci berkolaborasi dengan OERIP Indonesia, sebuah inisiatif yang bergerak di bidang pelestarian wastra. OERIP menampilkan 17 styling busana yang seluruhnya terbuat dari kain tenun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera, Sumba, Lombok, Bali, dan Sulawesi.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyampaikan apresiasinya terhadap peran OERIP dalam melestarikan kain tradisional Indonesia.

“Kami melihat peran penting OERIP dalam melestarikan kain tradisional Indonesia atau Wastra Nusantara,” ucapnya dalam pernyataan yang diterima Kompas TV.

Trias menambahkan bahwa OERIP telah berhasil memberdayakan lebih dari 500 pengrajin tenun yang tersebar di sekitar 70 wilayah di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya diplomasi budaya yang secara rutin dilakukan KBRI Takhta Suci.

Sebelumnya, KBRI Takhta Suci telah menggelar berbagai kegiatan serupa. Pada 2024, misalnya, mereka mengadakan fashion show dan workshop membatik bersama Batik House Indonesia di biara Komunitas Misionaris Xaverian Salerno dan Instituto Technico Galilei Di-Palo Salerno. Setahun kemudian, pada 2025, kegiatan serupa kembali digelar dengan mengusung tema seni memakai kain batik atau jarik bersama Sanggar Seni Wisni Drupadi.

Acara Women, Thread, dan Time di Roma menjadi salah satu rangkaian dari upaya berkelanjutan KBRI Takhta Suci dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.