Rubio Sesalkan Pembatalan Kunjungan Menlu Italia ke AS Akibat Ketegangan Trump-Meloni

- Kamis, 25 Juni 2026 | 23:10 WIB
Rubio Sesalkan Pembatalan Kunjungan Menlu Italia ke AS Akibat Ketegangan Trump-Meloni

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyayangkan pembatalan kunjungan resmi Italia ke Amerika Serikat. Pembatalan itu terjadi setelah ketegangan antara para pemimpin kedua negara memuncak dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden AS Donald Trump, pada bulan ini, menuduh Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni berulang kali berusaha berfoto bersamanya. Tuduhan itu memicu kemarahan di Roma dan berujung pada pembatalan rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, ke AS.

"Sangat disayangkan acara seperti itu harus terganggu," ujar Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Bahrain.

"Menurut saya, mereka seharusnya tetap datang. Namun demikian, kami sudah memiliki sejumlah kesepakatan yang siap ditandatangani. Kami akan tetap meresmikan penandatanganannya dalam waktu dekat. Kami hanya perlu mencari lokasi yang tepat untuk melaksanakannya," tambahnya.

Tajani dijadwalkan terbang ke Miami awal pekan ini untuk menghadiri konferensi bisnis bersama Rubio. Namun, Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa acara tersebut telah dibatalkan.

Trump dan Meloni terlibat perselisihan terbuka dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS itu mengkritik Italia karena tidak mendukung langkah Washington terkait Iran.

"Hubungan kami dengan Italia terus berjalan lancar di semua tingkatan. Tentu saja, Presiden merasa sangat kecewa," kata Rubio.

"Ia merasa bahwa bukan hanya Italia, melainkan juga negara-negara lain di saat kita menghadapi ancaman yang tidak hanya membahayakan kita, tetapi khususnya Eropa banyak negara Eropa yang tidak mengambil langkah nyata atau berbuat cukup banyak."

"Saya yakin poin-poin tersebut akan kembali dibahas dalam KTT NATO di Turki bulan depan," pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini