Ledakan di Pusat LNG Ras Laffan Tewaskan 13 Orang, Qatar Pastikan Bukan Sabotase

- Selasa, 23 Juni 2026 | 01:30 WIB
Ledakan di Pusat LNG Ras Laffan Tewaskan 13 Orang, Qatar Pastikan Bukan Sabotase

Ledakan dahsyat mengguncang fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) utama Qatar di Ras Laffan, menewaskan sedikitnya 13 orang. Peristiwa yang terjadi pada Senin (22/6/2026) itu langsung menyita perhatian otoritas setempat yang kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, menyatakan bahwa ledakan tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak ada kaitannya dengan aksi sabotase atau serangan permusuhan. “Kehilangan tragis 13 nyawa warga negara kita yang memiliki kewarganegaraan India dan Pakistan. Sebanyak 66 orang dilaporkan terluka dan sedang menerima perawatan medis, tidak ada yang dalam kondisi mengancam jiwa,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar menyebut insiden ini dipicu oleh masalah teknis. Ledakan terjadi di unit yang bertugas memasok gas ke perusahaan-perusahaan lokal dan sejumlah perusahaan di seluruh Doha. Namun, al-Kaabi memastikan bahwa peristiwa ini tidak akan mengganggu aktivitas ekspor maupun pasokan kebutuhan dalam negeri. “Hal itu tidak akan memengaruhi apa pun terkait ekspor. Hal itu tidak akan memengaruhi apa pun terkait kebutuhan lokal kita,” katanya seraya menambahkan bahwa ledakan tersebut tidak berdampak pada lingkungan.

Pada saat kejadian, wartawan di ibu kota Qatar melaporkan mendengar suara ledakan dari arah pantai utara negara itu, yang berjarak sekitar 64 kilometer. Wartawan lain yang berada 20 kilometer dari lokasi melihat kobaran api berwarna oranye terang serta kepulan asap hitam yang membubung tinggi dari kawasan Ras Laffan, yang dikenal sebagai pusat gas alam cair terbesar di dunia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar