Lionel Messi kembali menorehkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia. Kapten tim nasional Argentina itu resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia setelah mencetak gol ke-17 dalam karier turnamennya, melewati rekor legendaris milik Miroslav Klose yang bertahan selama bertahun-tahun. Momen bersejarah itu terjadi saat Argentina menghadapi Austria dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Senin (23/6) dini hari WIB.
Namun, perjalanan Messi menuju rekor tersebut tidak berjalan mulus. Pada awal pertandingan, ia gagal mengeksekusi penalti setelah Lautaro Martinez dijatuhkan oleh Stefan Posch dan Xaver Schlager di dalam kotak terlarang pada menit keempat. Wasit Amin Omar, setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti kepada Argentina. Messi yang maju sebagai eksekutor pada menit kesembilan gagal memanfaatkan peluang emas itu setelah tendangannya melenceng dari sasaran.
Kegagalan tersebut menjadi penalti ke-33 yang gagal ia konversi sepanjang kariernya dari total 149 percobaan, di luar adu penalti. Meski demikian, pemain berusia 38 tahun itu tidak larut dalam kekecewaan. Pada menit ke-39, Messi berhasil menebus kegagalannya dengan mencetak gol pembuka untuk Argentina. Gol itu sekaligus menjadi catatan ke-17 dalam enam edisi Piala Dunia yang ia ikuti, melampaui torehan Miroslav Klose yang sebelumnya mengoleksi 16 gol.
Dengan pencapaian itu, Messi kini berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Rekor yang sebelumnya dipegang oleh Klose sejak 2014 akhirnya resmi terpecahkan. Sementara itu, menjelang turun minum, pertandingan sempat memanas setelah Stefan Posch menerima kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Thiago Almada. Hingga jeda, Argentina tetap unggul 1-0 atas Austria.
Dalam laga tersebut, Argentina menurunkan susunan pemain yang cukup solid. Di bawah mistar, Emiliano Martínez menjadi penjaga gawang, sementara lini belakang diisi oleh Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Facundo Medina. Di lini tengah, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan Thiago Almada mendukung pergerakan lini depan yang diisi oleh Lionel Messi dan Lautaro Martínez. Di kubu Austria, Alexander Schlager bertindak sebagai kiper, dengan lini pertahanan yang diperkuat Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, dan Konrad Laimer. Lini tengah diisi oleh Xaver Schlager, Nicolas Seiwald, Romano Schmid, Paul Wanner, dan Marcel Sabitzer, sementara Michael Gregoritsch menjadi ujung tombak.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bengkulu Selatan, Getaran Terasa hingga Kota Bengkulu
Pemerintah Nilai Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Targetkan Kembali Perpendek Masa Tunggu
Ledakan di Pusat LNG Ras Laffan Tewaskan 13 Orang, Qatar Pastikan Bukan Sabotase
Perundingan AS-Iran Capai Peta Jalan Damai, Namun Israel dan Ancaman Trump Bayangi Proses