Pemerintah Nilai Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Targetkan Kembali Perpendek Masa Tunggu

- Selasa, 23 Juni 2026 | 01:45 WIB
Pemerintah Nilai Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Targetkan Kembali Perpendek Masa Tunggu

Pemerintah menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sukses, aman, dan tertib, serta berencana kembali memangkas masa tunggu keberangkatan jemaah di masa mendatang.

"Alhamdulillah, amanah besar ini berhasil kita selenggarakan dengan sangat baik," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.

Qodari menyampaikan bahwa capaian pada 2026 menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia dalam pengelolaan ibadah haji. Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah tersebut dikelola secara penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebanyak 220.247 jemaah haji reguler asal Indonesia telah selesai menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci dan tengah dalam proses perjalanan kembali ke Tanah Air secara bertahap. Kelompok terbang (kloter) terakhir ditargetkan tiba di Indonesia pada 1 Juli 2026.

Menurut Qodari, kesuksesan ini merupakan buah dari kerja keras dan berbagai terobosan yang dilakukan sejak sebelum keberangkatan jemaah. Pemerintah melakukan langkah optimalisasi, mulai dari pengurusan visa yang jauh lebih cepat, pembagian identitas digital Kartu Nusuk sejak di Tanah Air, hingga penyediaan layanan jalur cepat keimigrasian atau Makkah Route di bandara Jeddah dan Madinah. Fasilitas penunjang lainnya, seperti peningkatan kualitas akomodasi penginapan, kepastian hidangan makanan, serta kenyamanan armada transportasi, juga terus diprioritaskan.

Kepuasan atas pelayanan ini turut dirasakan langsung oleh para jemaah. M. Arsad, jemaah lansia berusia 75 tahun asal Jakarta, mengaku pelayanan yang diberikan petugas haji di lapangan berjalan sangat tenang, penuh kepedulian, dan sigap dalam memantau kesehatan jemaah.

"Alhamdulillah, satu kehormatan yang tak bisa dibayar," ujar Arsad, jemaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Risalah Jakarta yang telah menanti antrean selama 12 tahun.

Hal senada diungkapkan Syaiful, jemaah asal Jakarta Timur. Dia mengapresiasi fasilitas konsumsi yang diterima selama berada di Mina, termasuk ketersediaan es krim bagi para jemaah.

Menanggapi kepuasan tersebut, Qodari menegaskan bahwa prioritas pemerintah akan selalu tertuju pada kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan jemaah selama beribadah. Kendati dinilai sukses, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk tidak lekas berpuas diri. Setelah berhasil memangkas masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 47 tahun menjadi diseragamkan 26 tahun, Presiden meminta penyusunan mekanisme strategis jangka panjang dan alternatif solusi lanjutan agar masa tunggu haji dapat dipersingkat kembali.

"Kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan akan semakin baik, semakin nyaman, dan semakin membawa berkah bagi bangsa kita," tutur Qodari.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags