Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma Bina Atlet Bisbol Muda, Siap Kirim ke Jepang

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma Bina Atlet Bisbol Muda, Siap Kirim ke Jepang

Pasangan legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma, memperluas pembinaan atlet muda ke cabang olahraga bisbol. Melalui Asna Academy, mereka membuka peluang bagi talenta terbaik Indonesia untuk menjalani latihan di Jepang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas pembinaan olahraga sejak usia dini. Asna Academy tidak hanya berfokus pada cabang olahraga yang sudah populer, tetapi juga mulai serius mengembangkan bisbol.

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui kerja sama Asna Academy dengan Kochi Fighting Dogs, klub bisbol profesional asal Jepang. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat sistem pembinaan bisbol di Indonesia dengan mengadopsi kurikulum dari Jepang.

Pemilihan Jepang bukan tanpa alasan. Negeri Sakura dikenal memiliki sistem pembinaan bisbol yang kuat sehingga pengalaman dan metode yang mereka miliki dinilai dapat menjadi referensi untuk pengembangan atlet muda Indonesia.

"Kami memilih tim bisbol Jepang untuk diajak bekerja sama dalam kurikulum. Karena bisbol di Indonesia belum begitu populer, sedangkan Jepang cukup bagus," kata Susy di Asna Academy, Bekasi, Jumat 7 Agustus 2026.

Susy melihat perkembangan bisbol di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan. Karena itu, Asna Academy ingin ikut mengambil bagian dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang dapat memperkenalkan olahraga tersebut kepada anak-anak sejak usia dini.

"Ini juga untuk melengkapi semua cabang olahraga di akademi. Sekarang bisbol sudah mulai ramai di Indonesia. Kebetulan kami punya afiliasi ke Jepang, dan mereka secara pengalaman maupun kurikulum lebih baik," sambungnya.

Bibit Berbakat Bisa Berlatih di Jepang

Kolaborasi Asna Academy dengan Kochi Fighting Dogs tidak berhenti pada penerapan kurikulum. Susy juga membuka peluang bagi anak-anak yang menunjukkan bakat serta keseriusan untuk mendapatkan pengalaman latihan langsung di Jepang.

Program tersebut dapat menjadi jalur pengembangan bagi atlet muda yang ingin meningkatkan kemampuan. Selain latihan, mereka berpeluang mengenal metode pembinaan bisbol yang diterapkan di Jepang secara lebih intensif.

"Saya pikir kolaborasi ini sangat baik, karena di Asna Academy kami sedang mempersiapkan diri. Ada bulutangkis yang ada di Indonesia, tetapi kami juga harus belajar bisbol. Persahabatan ini akan terus berlanjut, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang olahraga," ujar Susy.

Susy menjelaskan kesempatan latihan di Jepang dapat dikemas melalui program seperti pertukaran pelajar dan summer camp. Anak-anak yang dinilai serius dapat memperoleh pengalaman latihan sekaligus memperdalam dasar-dasar permainan bisbol.

"Seumpama ada yang serius, kita bisa latihan di sana (Jepang). Ini seperti program pertukaran pelajar, summer camp. Kita bisa berlatih lebih intensif, dan mempelajari lebih banyak tentang dasar-dasarnya," lanjutnya.

CEO Kochi Fighting Dogs, Shinichi Satake, menyambut positif langkah Asna Academy. Dia menilai keberadaan akademi yang dipimpin Susy dan Alan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon atlet masa depan Indonesia.

"Saya sangat tersanjung dan mendukung keberadaan akademi ini, di mana Susy dan Alan menjadi pusatnya. Tentu kami berharap bahwa di masa depan, dengan akademi ini, Susy dan Alan dapat menjadi pendukung bagi calon atlet-atlet masa depan," ucap Satake.

Asna Academy sendiri resmi dibuka pada Januari 2026. Akademi tersebut menawarkan berbagai program olahraga, mulai dari bulu tangkis, tenis, basket, bisbol, taekwondo, senam, renang, panjat tebing, tenis meja, panahan, mini soccer, hingga wushu.

Program Asna Academy ditujukan bagi anak berusia 2–12 tahun. Untuk kelompok usia dini 2–5 tahun, pembinaan diberikan dengan penekanan khusus pada pengembangan kemampuan motorik dasar.

Dengan masuknya bisbol ke dalam program pembinaan, Asna Academy kini memiliki cakupan cabang olahraga yang lebih luas. Susy dan Alan tidak hanya mempertahankan fokus pada bulu tangkis, tetapi juga mencoba membangun jalur pembinaan bagi olahraga lain yang memiliki potensi berkembang di Indonesia.

Kerja sama dengan Kochi Fighting Dogs menjadi langkah awal dalam rencana tersebut. Jika berjalan sesuai program, talenta muda Indonesia yang serius menekuni bisbol memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman latihan di Jepang sekaligus mengenal sistem pembinaan yang lebih maju.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags