Sarwendah Klarifikasi Isu Bullying Anak: Bukan di Sekolah, tapi di Media Sosial

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Sarwendah Klarifikasi Isu Bullying Anak: Bukan di Sekolah, tapi di Media Sosial

Sarwendah angkat bicara terkait pemberitaan dugaan perundungan yang dialami anak-anaknya. Mantan istri Ruben Onsu itu menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah, melainkan di media sosial.

Klarifikasi ini disampaikan Sarwendah melalui unggahan Instagram-nya, menanggapi pemberitaan yang berkembang setelah ia mengungkap pengalaman kurang menyenangkan anak-anaknya dalam podcast bersama Denny Sumargo. Pernyataannya itu sempat ditafsirkan sebagai pengakuan adanya bullying di sekolah.

Dalam klarifikasinya, Sarwendah menjelaskan bahwa komentar-komentar tidak pantas justru muncul di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak-anaknya. "Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar, mengenai apa yang saya sampaikan dalam podcast bersama Denny Sumargo mengenai adanya pembullyan anak-anak di sekolah. Saya ingin meluruskan bahwa itu terjadi di akun media sosial sekolah dan akun media sosial pribadi anak saya, yang isinya berupa komentar-komentar tidak pantas dari beberapa oknum," tulisnya.

Sarwendah juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah anak-anaknya. Menurutnya, sekolah memiliki komitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para siswa. "Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan," lanjutnya.

Di tengah situasi yang memanas antara dirinya dan Ruben Onsu, Sarwendah meminta publik untuk lebih berhati-hati dalam memberikan komentar. Ia berharap masyarakat bisa membedakan persoalan antara orang dewasa dengan kondisi anak-anak yang tidak seharusnya ikut menjadi sasaran. "Oleh karena itu saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media," tandasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags