Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah akan tetap bertahan selama kelompok yang didukung Iran itu mematuhi seluruh ketentuannya. Pemerintah Israel menegaskan sikap tersebut seraya menyatakan bahwa pasukannya akan terus ditempatkan di wilayah selatan Lebanon sepanjang masa gencatan senjata berlangsung.
Seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya menyampaikan pernyataan itu kepada surat kabar Yedioth Ahronoth, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency pada Sabtu (20/6/2026). Menurut pejabat tersebut, pengaturan gencatan senjata yang berlaku memungkinkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon bagian selatan dan mengambil tindakan terhadap apa yang disebut sebagai “ancaman yang muncul”.
“Jika Hizbullah tidak menyerang, kami tidak akan menyerang mereka. Jika mereka menyerang kami, kami akan membalas,” ujar pejabat tersebut dalam wawancara dengan Yedioth Ahronoth.
Sementara itu, seorang pejabat senior Amerika Serikat yang juga tidak disebutkan namanya mengonfirmasi perpanjangan gencatan senjata antara kedua pihak. Dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency, pejabat AS itu menyebutkan bahwa masa perpanjangan mulai berlaku pada Jumat (19/6) sore pukul 16.00 waktu setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai detail kesepakatan perpanjangan gencatan senjata tersebut.
Artikel Terkait
MPR RI dan UNHAS Kaji Implementasi Pasal 33 UUD 1945 untuk Perkuat Demokrasi Ekonomi
Juru Parkir di Brebes Gagalkan Pencurian Rp3,6 M, Dapat Hadiah Umrah dari Pemilik Mobil
AS Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata di Tengah Serangan yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Tersangka Korupsi Kuota Haji Khusus Ajukan Penangguhan Penahanan ke KPK karena Sakit