Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meminta publik untuk bersabar menanti hasil dari berbagai program yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kepala negara saat ini sedang merancang arah baru pembangunan nasional yang membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil.
Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin saat menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026). Acara yang sama turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Pak Presiden Prabowo sekarang sedang membuat arah baru pembangunan. Banyak yang salah paham dengan arah baru ini. Sabar saja. Insyaallah tidak lebih dari dua tahun akan ada perubahan-perubahan yang penting bagi kemajuan umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Cak Imin di hadapan para hadirin.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu menjelaskan bahwa pendekatan baru dalam pembangunan tengah diimplementasikan oleh pemerintah saat ini. Menurutnya, masyarakat perlu memberikan ruang dan waktu agar kebijakan-kebijakan yang sedang berjalan dapat menunjukkan dampak nyata.
“Butuh kesabaran, karena perubahan cara baru. Ini saya sedikit ngomong saja, 20 tahun begitu-begitu saja, insyaallah perubahan-perubahan besar akan terjadi,” katanya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin juga memohon doa dari para ulama dan habaib agar Presiden Prabowo beserta jajaran pemerintahannya diberikan kemudahan dalam mengemban amanah kepemimpinan. Ia berharap kepemimpinan Prabowo mampu membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Mohon doanya para habaib, para ulama, moga-moga pemimpin-pemimpin kita khususnya Presiden bisa sukses memimpin membawa Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang maju, negeri yang adil, negeri yang sejahtera sesuai perintah konstitusi kita,” tuturnya.
Di sisi lain, Cak Imin turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk meneladani perjuangan para ulama sekaligus memperkuat fondasi budaya dan tradisi di ibu kota.
Menurutnya, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan para ulama serta tokoh masyarakat Betawi. “Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan ide ini Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Minyakita Hilang dari Pasar Kopro Tiga Bulan, Harga Minyak Goreng Lain Melonjak
Polres Bogor Bantah Narasi Pelaku Pencabulan di Gunung Putri Dibebaskan, Tegaskan Proses Hukum Berjalan
Amerika Serikat vs Australia Perebutkan Puncak Grup D Piala Dunia 2026
DPR Ungkap Efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp70 Triliun