Trump Akui Cadangan Minyak Dunia Hanya Tersisa Empat Minggu, Desak Damai dengan Iran

- Kamis, 18 Juni 2026 | 10:45 WIB
Trump Akui Cadangan Minyak Dunia Hanya Tersisa Empat Minggu, Desak Damai dengan Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk pertama kalinya mengakui bahwa cadangan minyak global berada di ambang kehabisan total. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan di tengah tekanan yang semakin mendesak Washington untuk menerima syarat-syarat yang diajukan Iran dalam sebuah kesepakatan damai. Kesepakatan tersebut tidak hanya bertujuan mengakhiri perang, tetapi juga membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik strategis pasokan energi dunia.

Berbicara di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, Trump memperingatkan bahwa tanpa perjanjian damai dengan Iran, dunia akan menghadapi kekacauan besar. Pasalnya, persediaan minyak bumi diperkirakan hanya akan bertahan dalam waktu sekitar empat minggu ke depan. “Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu. Anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita benar-benar akan kehabisan. Akan ada masa di mana Anda tidak akan bisa mendapatkannya lagi,” ujar Trump kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari TRT World, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengakui bahwa kelanjutan serangan militer justru akan memperparah situasi. Jalur perairan strategis itu, menurutnya, akan tetap tertutup bagi dunia internasional selama operasi militer masih berlangsung. “Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan berjalan,” aku Trump, merujuk pada dampak nyata dari kebuntuan negosiasi dengan Teheran.

Pengakuan terbuka ini secara tidak langsung menggarisbawahi efektivitas strategi militer Iran dalam menerapkan pembatasan ketat di Selat Hormuz. Jalur laut vital tersebut biasanya dilewati oleh sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia. Sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel meluncurkan agresi militer terhadap Iran, kendali penuh Teheran atas selat itu berhasil melonjakkan harga minyak dunia dan menguras habis cadangan energi global secara drastis.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) dalam beberapa pekan terakhir telah merilis peringatan dini bahwa inventaris komersial minyak mentah dunia yang tersisa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa minggu saja. Di sisi lain, Cadangan Minyak Strategis AS dilaporkan telah merosot ke level terendah sejak tahun 1983. Stoknya kini hanya tersisa sekitar 340 juta barel, turun tajam dari angka 415 juta barel pada awal pecahnya perang.

Pernyataan Trump tersebut muncul bertepatan dengan keberhasilan AS dan Iran dalam memfinalisasi nota kesepahaman yang membawa penghentian segera atas perang serta operasi militer di seluruh lini pertempuran, termasuk di Lebanon. Poin kesepakatan damai tersebut juga mengatur tentang penarikan blokade angkatan laut AS secara instan dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal dagang.

Jajaran pejabat pemerintah Iran sejak awal secara konsisten menegaskan bahwa tindakan penutupan Selat Hormuz merupakan langkah pertahanan yang sah dalam merespons agresi tanpa provokasi yang dilancarkan musuh. Kerangka perjanjian damai yang dijadwalkan akan ditandatangani pada hari Jumat ini di Swiss menjadi kemenangan diplomatik besar bagi Teheran. Iran berhasil mengamankan penghentian permusuhan militer dan pencabutan blokade tanpa harus mengorbankan hak kedaulatan negaranya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar