Puan Soroti Minimnya Keamanan Transportasi Laut Usai Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB
Puan Soroti Minimnya Keamanan Transportasi Laut Usai Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2

Kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura menewaskan lima orang. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti masih minimnya faktor keamanan transportasi laut di Indonesia.

"Duka cita mendalam kami sampaikan kepada seluruh korban kecelakaan KM Mutiara Sentosa II. Insiden ini harus menjadi pengingat bahwa ternyata faktor keamanan transportasi laut di Indonesia masih minim," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (4/8/2026).

Puan mengaitkan insiden ini dengan rentetan kecelakaan kapal yang terjadi belakangan, termasuk tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Juli 2026. Menurutnya, banyaknya kecelakaan kapal sejak awal tahun menunjukkan adanya persoalan serius yang belum terselesaikan.

"Ini menjadi PR buat kita bersama, bahwa banyaknya kecelakaan kapal laut sejak awal tahun saja menunjukkan masih ada persoalan serius dalam dunia transportasi laut Indonesia," ujar Puan. Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara manifest kapal dan jumlah penumpang aktual yang kerap ditemukan di lapangan.

"Persoalan manifest kapal yang berbeda dengan penumpang yang ada di lapangan menjadi persoalan yang terus menerus kita temukan. Harus ada evaluasi mendalam mengenai persoalan ini," tambahnya.

Puan menegaskan bahwa rangkaian kecelakaan ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan masyarakat, bukan sekadar operasional transportasi. "Masyarakat menggunakan kapal laut bukan karena pilihan gaya hidup, tetapi karena kebutuhan. Bagi jutaan warga di wilayah kepulauan, transportasi laut merupakan satu-satunya akses menuju layanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, maupun aktivitas ekonomi," jelasnya.

"Maka penting bagi pemerintah untuk menjadikan keselamatan penumpang sebagai indikator utama evaluasi penyelenggaraan transportasi laut nasional," tambahnya. Puan juga mendesak pemerintah menetapkan target nasional penurunan angka kecelakaan transportasi laut dan melakukan evaluasi menyeluruh pasca-insiden KM Mutiara Sentosa 2.

"Dengan demikian, setiap lembaga atau kementerian, operator, dan regulator memiliki tanggung jawab yang terukur untuk meningkatkan keselamatan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas M Syafii menyatakan operasi SAR korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 akan berlangsung selama tujuh hari. Evaluasi perpanjangan operasi akan diputuskan bersama seluruh unsur terkait setelah periode tersebut berakhir.

"Jika terkonfirmasi dari posko pengaduan, KSOP, atau pemilik kapal bahwa masih ada korban yang belum ditemukan, itu akan menjadi dasar bagi kami untuk melanjutkan operasi," kata Syafii, Senin (3/8/2026).

Aksi penyelamatan cepat disebut berkat siaran kedaruratan dari Basarnas Command Center yang langsung direspons oleh tujuh kapal sipil di sekitar lokasi untuk membantu evakuasi di tengah cuaca buruk.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags