Seorang pria yang mengaku sebagai intelijen narkoba tidak hanya merampas ponsel milik warga berinisial MEM di Semarang, Jawa Tengah, tetapi juga menggasak sepeda motor korban. Peristiwa perampasan yang terjadi di kawasan Pedurungan itu kini tengah ditangani kepolisian setempat.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, memastikan bahwa pelaku bukanlah aparat kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (14/6) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di sebuah indekos di wilayah Pedurungan.
“Pelaku bersama temannya mendatangi salah satu kos-kosan di wilayah Pedurungan. Kemudian korban menanyakan asal-usul kedua pelaku ini,” ujar Riki saat dihubungi, Senin (16/6/2026).
Menurut keterangan Riki, saat itu pintu kos korban dalam keadaan terbuka. Kedua pelaku kemudian memanfaatkan situasi tersebut dengan mengaku sebagai petugas yang sedang mengembangkan kasus narkoba.
“Karena pintu kos korban masih terbuka, pelaku mengaku sebagai petugas yang sedang mengembangkan kasus narkoba,” lanjutnya.
Kedua pelaku kemudian memaksa meminjam kendaraan milik korban. Korban yang sempat percaya dengan pengakuan tersebut akhirnya mengikuti permintaan mereka. Dalam perjalanan menuju arah Demak, pelaku juga meminta ponsel korban.
Namun, di tengah perjalanan, korban mulai curiga terhadap gelagat mencurigakan kedua orang tersebut. “Korban memberanikan diri untuk melompat, akhirnya motornya diambil oleh orang tak dikenal ini. Jadi yang hilang satu unit Honda Beat warna biru dongker tahun 2024 dan satu handphone merek Vivo,” ucap Riki.
Artikel Terkait
Tiga Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor di Lahan Sawit Milik Astra di Aceh Jaya
SpaceX Resmi Akuisisi Cursor, Perusahaan AI di Balik Alat Coding Populer, Senilai Rp 60 Miliar
Operator Kapal Penyeberangan Tertekan Biaya Operasional, Gapasdap Desak Penyesuaian Tarif
Gowes Muharram PBNU di Lamongan-Bojonegoro Seribu Peserta, Padukan Olahraga dan Syiar Islam