Seorang anak perempuan warga negara Australia tewas setelah ditembak oleh polisi Pakistan yang salah mengidentifikasi keluarganya sebagai pelaku perampokan bersenjata di Kota Chakwal, Provinsi Punjab. Korban bernama Hania Ahmed, seorang siswi kelas empat asal Perth, Australia, meninggal di lokasi kejadian pada Rabu pekan lalu ketika anggota Elite Force Kepolisian Punjab melepaskan tembakan ke arah mobil yang ditumpangi keluarganya.
Ayah korban, Adeel Ahmed (39), dan kakak laki-lakinya yang berusia 11 tahun, Aafan Ahmed, mengalami luka serius dalam insiden tersebut. Sementara itu, ibu korban dilaporkan selamat tanpa cedera. Keluarga tersebut saat itu tengah berusaha melarikan diri menggunakan mobil sewaan setelah menjadi sasaran perampokan.
Kepolisian Punjab mengakui bahwa insiden tragis ini terjadi akibat kesalahan penilaian petugas di lapangan saat menangani kasus perampokan bersenjata. Dalam situasi yang kacau, petugas yang terlibat diduga mengira para pelaku kejahatan sedang berusaha melarikan diri menggunakan kendaraan milik korban.
"Dalam kekacauan yang terjadi, petugas secara keliru menilai para tersangka sedang melarikan diri menggunakan kendaraan korban dan kemudian melepaskan tembakan," demikian pernyataan resmi Departemen Pengendalian Kejahatan Kepolisian Punjab.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan mendesak penyelidikan dilakukan secara transparan. "Kami mengharapkan adanya transparansi dan penyelidikan yang layak terhadap peristiwa ini," kata Albanese kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa tragedi tersebut tidak hanya menyebabkan seorang anak kehilangan nyawa, tetapi juga mengakibatkan anggota keluarga lainnya mengalami luka-luka.
Otoritas Pakistan menyatakan petugas yang melepaskan tembakan telah ditahan sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, dua tersangka perampokan yang diduga memicu insiden tersebut dilaporkan tewas dalam baku tembak terpisah dengan aparat keamanan. Pihak berwenang menyatakan investigasi masih berlangsung untuk mengungkap secara rinci kronologi kejadian dan menentukan pertanggungjawaban hukum dalam kasus tersebut.
Artikel Terkait
DJP Ajukan Anggaran Rp5,4 Triliun untuk 2027, Fokus pada Pengawasan dan Perluasan Basis Pajak
BMKG: Seluruh Wilayah Jabodetabek Berawan Sepanjang Hari Tanpa Potensi Hujan Signifikan
BGN Terima Pagu Rp270 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis 2027, Evaluasi Penerima Manfaat Digencarkan
Jadwal Salat Bandung Selasa 16 Juni 2026: Imsak Pukul 04.27 WIB, Subuh 04.37 WIB