Pertandingan perdana Grup H Piala Dunia 2026 antara Arab Saudi dan Uruguay di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, diprediksi akan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan, Selasa (16/6/2026) pukul 05.00 WIB.
Laga ini akan menjadi pertemuan kedua bagi kedua tim di putaran final Piala Dunia. Sebelumnya, mereka bertemu pada fase grup Rusia 2018, di mana Uruguay keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Luis Suárez.
Menjelang duel ini, Arab Saudi telah menjalani tiga laga uji coba. Hasilnya bervariasi: mereka kalah dari Ekuador, menang atas Puerto Riko, dan bermain imbang tanpa gol melawan Senegal. Sementara itu, Uruguay asuhan Marcelo Bielsa justru tidak melakoni satu pun pertandingan persahabatan jelang turnamen. Pertandingan terakhir La Celeste terjadi pada FIFA Matchday Maret-April lalu, yang berakhir dengan dua hasil imbang kontra Inggris dan Aljazair.
Meskipun minim persiapan, Uruguay tetap diunggulkan dalam laga ini. Kehadiran pelatih berpengalaman seperti Marcelo Bielsa menjadi salah satu faktor utama. Ini akan menjadi penampilan ketiga Bielsa di Piala Dunia sebagai pelatih, setelah sebelumnya menukangi Argentina pada 2002 dan Chile pada 2010.
Legenda hidup Timnas Uruguay, Gustavo Poyet, menilai Bielsa berhasil menghadirkan intensitas tinggi dalam permainan tim. “Saya pikir dia membawa intensitas. Bielsa telah mengubah berbagai macam hal untuk mencari energi itu. Dia ingin timnya menjadi intens,” ujar Poyet.
Poyet, yang juga kampiun Copa America 1995, menambahkan bahwa pendekatan Bielsa tidak hanya soal duel langsung, tetapi juga pressing ketat, merebut bola kembali, serta serangan cepat dan langsung ke depan. “Bukan maksud saya bola-bola panjang, tetapi menggerakkan bola ke depan dengan cepat,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Polisi Imbau Pengendara Hindari Jalur Puncak Malam Ini karena Pawai Obor Tahun Baru Islam
Disdik Jabar Siap Hadapi Ombudsman Usai Dilaporkan soal Maladministrasi Penerimaan Murid Baru 2026
Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.695 per Dolar AS, Sentuh Level Terkuat dalam Sepekan
Steinmeier Sebut Kunjungan ke Indonesia Punya Bobot Strategis di Tengah Konflik Global