Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Negosiasi Terganggu Kritik Politisi Oportunis

- Senin, 01 Juni 2026 | 16:26 WIB
Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Negosiasi Terganggu Kritik Politisi Oportunis

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa Iran saat ini sedang berupaya keras untuk mencapai sebuah kesepakatan dengan Washington. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui platform Truth Social pada Senin (1/6/2026) dini hari waktu setempat, Trump mengklaim bahwa negosiasi yang tengah berlangsung akan menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan.

“Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi AS dan mereka yang bersama kita,” ujar Trump dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency. Ia menambahkan bahwa potensi perjanjian tersebut tidak hanya akan menguntungkan Amerika Serikat, tetapi juga para sekutunya.

Namun, di tengah optimisme yang disuarakannya, Trump melontarkan kritik tajam terhadap para lawan politiknya, termasuk sejumlah anggota dari partainya sendiri, Partai Republik. Ia menuding mereka bersikap “tidak patriotik” karena terus menyuarakan pandangan yang berbeda di tengah proses negosiasi yang sedang berjalan.

Menurut Trump, kehadiran para politisi yang ia sebut “oportunis” justru mempersulit jalannya perundingan. Ia menyesalkan bahwa kritik yang dilontarkan terus-menerus, baik yang menuntut percepatan, perlambatan, hingga seruan untuk tindakan militer atau sebaliknya, hanya menciptakan kebisingan yang tidak produktif.

“Negosiasi menjadi jauh lebih sulit ketika para politisi oportunis terus menerus ‘berceloteh’ secara negatif,” tegasnya, merujuk pada berbagai tekanan yang datang dari dalam negeri.

Trump menilai bahwa tingkat kritik yang dialaminya saat ini berada pada skala yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. Meski demikian, ia menyerukan agar para pengkritiknya tetap bersabar dan tidak mengganggu jalannya perundingan. “Tenang saja, semuanya akan berjalan dengan baik pada akhirnya Selalu begitu!” pungkas Presiden AS itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar