Pemerintah Perpanjang Tenggat Distribusi Bantuan Pangan hingga Juni 2026, Bulog Bersyukur

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:45 WIB
Pemerintah Perpanjang Tenggat Distribusi Bantuan Pangan hingga Juni 2026, Bulog Bersyukur

Pemerintah memperpanjang tenggat distribusi bantuan pangan hingga Juni 2026, sebuah keputusan yang disambut positif oleh Perum Bulog karena masih banyak penerima manfaat yang belum memperoleh jatah sesuai alokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara optimal di berbagai daerah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rasa syukurnya atas perpanjangan waktu penyaluran tersebut. “(Dengan) perpanjangan (waktu salur) kami bersyukur karena memang masih banyak yang belum tersalurkan,” ujarnya. Sebelumnya, Bulog diberikan tenggat waktu hingga 31 Mei 2026 untuk menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret.

Menurut Rizal, tambahan waktu distribusi ini diharapkan mampu mendongkrak realisasi penyaluran hingga mencapai seratus persen. “Dengan (perpanjangan) waktu salur harapannya bisa mencapai 100 persen,” katanya. Ia menekankan bahwa seluruh target penerima manfaat harus terpenuhi secara optimal.

Di sisi lain, Rizal memastikan ketersediaan stok beras pemerintah dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai sekitar 5,3 juta ton. Stok tersebut tidak hanya digunakan untuk menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga untuk mendukung kelancaran program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.

Hingga 29 Mei 2026, Bulog mencatat realisasi bantuan pangan baru mencapai 47 persen dari target 33,2 juta penerima manfaat. Penyaluran yang sudah dilakukan meliputi 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton Minyakita. Keterlambatan penyaluran, menurut Rizal, disebabkan oleh faktor administratif yang baru diterima pada akhir Maret 2026, bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah yang membutuhkan penyesuaian distribusi.

Sementara itu, keterbatasan pasokan minyak goreng dari skema domestic market obligation (DMO) turut mempengaruhi percepatan distribusi. Rizal menjelaskan bahwa pasokan minyak goreng dari skema DMO Kementerian Perdagangan hanya mencapai 35 persen, sehingga penyaluran saat itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idulfitri. Selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog fokus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas guna mengendalikan inflasi.

Ke depan, Bulog berkomitmen untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan sesuai arahan pemerintah. Distribusi akan dipastikan berjalan lebih optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat. Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa tenggat penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari-Maret 2026 diperpanjang hingga Juni 2026.

“Dalam Rakornis (rapat koordinasi teknis) di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang (bantuan pangan) diperpanjang sampai Juni,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa. Ia menjelaskan bahwa perpanjangan ini dibutuhkan sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga. Pemerintah memastikan implementasi program bantuan pangan turut andil dalam mendukung stabilitas harga pangan, termasuk komoditas minyak goreng. Bapanas bersama Perum Bulog berkomitmen untuk terus mendistribusikan bantuan pangan yang telah diperpanjang hingga Juni mendatang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar