Pecatur senior Indonesia, Grandmaster Novendra Priasmoro, untuk sementara memuncaki klasemen kategori Open pada turnamen JAPFA FIDE Rated 2026. Raihan tersebut diraih setelah ia memenangi pertarungan sengit di babak kelima melawan Stevanky yang berlangsung hingga 65 langkah.
Kemenangan krusial itu mengantarkan Novendra ke puncak klasemen dengan koleksi 4,5 poin, hasil dari empat kemenangan dan satu kali remis. Ia pun duduk sejajar dengan International Master (IM) Muhamad Lutfi Ali yang juga mengoleksi angka yang sama. “Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis tadi karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir,” ujar Novendra dalam keterangan resmi PB Percasi, Senin.
Pada babak keenam nanti, Novendra akan menghadapi laga berat melawan rival lamanya sejak kecil, IM Lutfi Ali. Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat keduanya sama-sama dalam performa terbaik. “Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis,” kata Novendra. Ia pun mengingat pengalaman pahit saat menghadapi Lutfi sebelumnya. “Kadang kalau sudah kebanyakan ‘buang’ perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi untuk besok harus ekstra hati-hati dan lebih sabar,” imbuhnya.
Sementara itu, ancaman datang dari pecatur muda IM Satria Duta Cahaya yang perlahan merangkak naik ke posisi keempat. Duta saat ini mengemas empat poin setelah pada babak kelima berhasil mengalahkan Gelar Sagara Dwitama. “Semoga empat babak terakhir bisa lakukan yang terbaik sih. Soalnya saya dua babak pertama ya remis. Tapi ya tiga babak terakhir untungnya bisa menang, jadi mungkin agak naik turun turnamennya,” ujar Duta menyoal rencananya ke depan.
Di kategori Challenger, dua pecatur, Abraham Raja Ferdinand dan Sudung Tampubolon, belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya memuncaki klasemen dengan raihan sempurna, yakni lima poin.
Turnamen ini juga terasa istimewa karena diikuti oleh sejumlah pecatur disabilitas. Sebanyak 12 atlet difabel turut unjuk gigi dengan bermain melawan peserta umum di kategori Open maupun Challenger. Pemilihan kategori disesuaikan dengan elo rating masing-masing atlet. “Kehadiran atlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apresiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur FIDE Rated ini,” ujar VP-Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif.
Artikel Terkait
Polisi Turun Tangan Usai Viral Monyet Dirantai di Lampu Merah Margonda Depok
Polri Gerebek Tempat Hiburan Malam New Zone di Medan, Puluhan Orang Diamankan
Polres Jakbar Catat Lonjakan Laporan Percobaan Pencurian Kendaraan dalam Sepekan
Pemerintah Mulai Cairkan Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan pada 2 Juni 2026