Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Johar Baru, Tiga Pelaku dan Senjata Tajam Diamankan

- Minggu, 24 Mei 2026 | 17:15 WIB
Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Johar Baru, Tiga Pelaku dan Senjata Tajam Diamankan

Tim Patroli Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan aksi tawuran antarkelompok remaja di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026. Dalam operasi senyap tersebut, petugas mengamankan tiga orang remaja beserta barang bukti berupa dua senjata tajam dan satu unit sepeda motor.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan bahwa patroli difokuskan di wilayah-wilayah yang dinilai rawan gangguan keamanan. “Patroli kami fokuskan di wilayah-wilayah rawan untuk mengantisipasi tawuran, kriminalitas jalanan, dan berbagai gangguan keamanan lainnya yang meresahkan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari,” kata Henik dalam keterangan tertulis, Minggu, 24 Mei 2026.

Ketiga remaja bersenjata tajam itu diringkus saat petugas gabungan menggelar patroli skala besar di sejumlah titik rawan sekitar pukul 03.00 WIB. Para pelaku langsung digelandang ke markas kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kehadiran personel di lapangan secara masif, menurut Henik, merupakan langkah preventif guna menekan angka kriminalitas jalanan pada jam-jam rawan.

Sebelum menyisir kawasan Tanah Tinggi, aparat gabungan juga telah melakukan penyekatan dan pemantauan di sekitar Bundaran HI serta Pospol Cempaka Putih. Sementara itu, tim patroli yang bergerak di area Jalan Roxy berhasil mengamankan dua remaja yang kedapatan tengah mabuk berat. Dari lokasi tersebut, polisi menyita satu botol minuman keras dan satu unit sepeda motor tanpa dokumen resmi.

Melihat maraknya keterlibatan anak di bawah umur dalam aksi jalanan, Henik mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. “Kami mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak pada malam hari agar tidak terlibat tawuran maupun penyalahgunaan minuman keras yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujar Henik.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat luas untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 jika melihat adanya indikasi kerumunan pemuda yang mencurigakan. Laporan cepat dari warga di lapangan dinilai sangat krusial bagi petugas untuk mencegah terjadinya bentrokan fisik secara dini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar