Perusahaan Daerah Air Minum (PAM) JAYA terus menggenjot pembangunan infrastruktur air minum perpipaan untuk mewujudkan target cakupan layanan 100 persen bagi seluruh warga Jakarta pada tahun 2029. Langkah ini ditempuh guna memastikan setiap rumah tangga di ibu kota mendapatkan akses terhadap air perpipaan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Target ambisius tersebut juga telah tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 48 Tahun 2025.
Seiring dengan pembangunan infrastruktur yang masif sepanjang 2024 hingga 2025, PAM JAYA berhasil mencatatkan tiga rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Ketiga rekor tersebut meliputi pemasangan pipa utama air bersih terpanjang dalam satu tahun, pemasangan pipa utama air bersih terpanjang dengan metode jacking di wilayah perkotaan padat, serta pemasangan pipa utama air bersih pertama yang melintas di bawah jalur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Direktur Teknik PAM JAYA, Akhmad Santika, menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan layanan air minum perpipaan bagi masyarakat Jakarta. Ia menegaskan bahwa pihaknya mengemban amanah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melayani 1,2 juta pelanggan dengan jaringan pipa sepanjang 13.000 kilometer.
“Alhamdulillah, PAM JAYA mengemban amanah dari Pemprov DKI Jakarta untuk melayani 1,2 juta pelanggan air minum perpipaan dengan jaringan pipa sepanjang 13.000 KM di Jakarta saat ini. Sesuai Pergub, PAM JAYA juga ditugaskan mencapai 100% cakupan layanan pada tahun 2029 karena air berkualitas merupakan kebutuhan dasar manusia,” ujar Santika dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
“Untuk mendukung target tersebut, PAM JAYA telah menyiapkan berbagai proyek pengembangan jaringan pipa dan peningkatan suplai air dengan teknologi yang menyesuaikan kondisi lapangan. Upaya ini juga mengantarkan PAM JAYA meraih 3 Rekor MURI sekaligus,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan jaringan pipa utama, PAM JAYA mengandalkan teknologi jacking pipe. Metode ini dinilai lebih efisien dan cocok diterapkan di wilayah perkotaan yang padat karena mampu meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat serta infrastruktur di sekitar area pekerjaan. Teknologi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat distribusi dan ketersediaan air berkualitas bagi warga Jakarta.
Sementara itu, di luar capaian infrastruktur, PAM JAYA juga meraih apresiasi di bidang pengelolaan sumber daya manusia. Perusahaan berhasil memperoleh penghargaan “Best Human Capital Innovation and Talent Development 2026” dalam ajang Human Capital Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PAM JAYA dalam menerapkan strategi human capital dan pengembangan talenta secara inovatif.
Pada ajang yang sama, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, turut menerima penghargaan “Best Human Capital Leadership in Transformation and Sustainable Public Service 2026”. Penghargaan ini mengapresiasi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi perusahaan sekaligus memperkuat layanan publik yang berkelanjutan.
Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari langkah strategis PAM JAYA dalam menghadirkan layanan air minum perpipaan yang lebih luas, modern, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta. Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dan pengembangan organisasi, perusahaan optimistis dapat memenuhi target 100 persen cakupan layanan pada 2029.
Artikel Terkait
Bareskrim Selidiki Penyebab Blackout Sumatra, Belum Temukan Unsur Kesengajaan
Pemerintah Targetkan Pembangunan 39.335 Hunian Tetap di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rampung pada 2026
9 WNI Pulang ke Indonesia Usai Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Sembilan Relawan Indonesia yang Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Disambut Menlu Sugiono